Operasi Antik Lodaya 2026, Polres Cimahi Ungkap 59 Kasus Narkoba
Polres Cimahi mengungkap 59 kasus narkoba dengan 63 tersangka selama Operasi Antik Lodaya 2026, termasuk sabu, ekstasi dalam semen, dan tembakau sintetis.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID – Polres Cimahi mengungkap 59 kasus narkotika dengan 63 tersangka selama operasi antik lodaya 2026 yang berlangsung pada 7–16 Oktober. Dari puluhan kasus tersebut, tiga pengungkapan menjadi sorotan karena modus peredaran dan barang bukti yang ditemukan.
Kasat narkoba Polres Cimahi Iptu Reyhan Kusuma mengatakan, kasus menonjol pertama berkaitan dengan peredaran sabu seberat 200 gram. Tersangka berinisial AA ditangkap di Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat, pada 12 Oktober 2026 sekitar pukul 22.00 WIB.
Polisi menemukan sabu yang dikemas dalam 200 paket, terdiri atas 100 paket berlakban biru dan 100 paket berlakban merah, untuk diedarkan menggunakan sistem tempel.
“Dari pemeriksaan, AA berperan sebagai kurir dan telah menjalankan tugasnya sebanyak empat kali dalam kurun waktu dua bulan terakhir,” kata Reyhan, Senin (20/10/2026).
Menurut Reyhan, sabu tersebut diterima AA dari seseorang berinisial BC yang kini masih dalam pengejaran polisi.
Pengungkapan kedua melibatkan tersangka FS di wilayah Cimahi Selatan. Polisi menemukan 25 butir ekstasi yang disembunyikan di dalam lima bongkahan semen. Sebelum dicor, ekstasi dibungkus aluminium foil dan dilakban untuk menyamarkan keberadaannya.
FS diduga menggunakan sistem tempel dengan meletakkan paket di lokasi tertentu, kemudian meminta pembeli mengambilnya tanpa bertemu langsung.
Sementara itu, kasus ketiga terungkap di Parongpong, Kabupaten Bandung Barat. Tersangka berinisial MKG diamankan bersama sekitar satu kilogram tembakau sintetis siap edar dan bahan baku yang belum diolah.
Polisi juga menemukan satu pucuk senjata api ilegal beserta 13 butir peluru serta dua unit airsoft gun lengkap dengan tabung gasnya.
Reyhan mengatakan, MKG mengaku membeli senjata api tersebut secara daring dari pengirim di Jawa Tengah sekitar satu bulan sebelumnya untuk berburu. Namun, polisi masih mendalami asal-usul senjata dan kemungkinan keterkaitannya dengan jaringan peredaran narkotika.
“Kami masih mendalami keterangan terkait asal-usul senjata dan jaringan peredarannya,” ujarnya.
Editor : Ahmad Sayuti
