Operasi Zebra Lodaya Tekankan Edukasi, Polisi Ajak Warga Jabar Lebih Tertib Berlalu Lintas
Direktorat Lalu Lintas Polda Jawa Barat menegaskan bahwa pelaksanaan Operasi Zebra Lodaya 2025 tidak hanya berfokus pada penindakan pelanggaran lalu lintas, tetapi juga pada peningkatan kesadaran masyarakat dalam berkendara.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN. ID - Direktorat Lalu Lintas Polda Jawa Barat menegaskan bahwa pelaksanaan operasi zebra lodaya 2025 tidak hanya berfokus pada penindakan pelanggaran lalu lintas, tetapi juga pada peningkatan kesadaran masyarakat dalam berkendara.
Operasi yang berlangsung pada 17 hingga 25 November 2025 ini diharapkan menjadi momentum bagi pengendara untuk mengutamakan keselamatan di jalan.
Direktur Lalu Lintas Polda Jabar Kombes Pol Dodi Darjanto mengatakan pendekatan edukatif menjadi prioritas dalam operasi tersebut, meskipun tindakan tegas tetap diberlakukan terhadap pelanggaran yang membahayakan keselamatan pengguna jalan lainnya.
“Lebih humanis dan humble kepada masyarakat, lebih kepada pencegahan dan pemberian arahan baik di sekolah, perkantoran, maupun tempat-tempat lainnya, termasuk kelompok organisasi masyarakat seperti para pengemudi ojek,” ujar Dodi di Bandung, Rabu (26/11/2025).
Dalam periode operasi tersebut, petugas mencatat 32.410 penindakan pelanggaran lalu lintas. Mayoritas berupa teguran humanis yakni 26.224 kejadian. Sementara penindakan melalui ETLE statis tercatat 361 pelanggaran, ETLE mobile 5.739 pelanggaran, dan tilang manual 214 pelanggaran.
Dodi menjelaskan Polda Jabar terus melakukan transformasi digital pada penegakan hukum lalu lintas dengan memperluas penggunaan Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE). Sistem ini dinilai lebih objektif sekaligus meningkatkan kedisiplinan masyarakat secara berkelanjutan.
Ia juga menegaskan bahwa tema Operasi Zebra Lodaya 2025 menitikberatkan pada peningkatan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas atau Kamseltibcarlantas. Fokus utama penindakan meliputi pelanggaran helm, sabuk pengaman, kelengkapan kendaraan, serta pelanggaran rambu lalu lintas.
Melalui operasi ini, Dodi mengimbau masyarakat menjadikan keselamatan sebagai prioritas. Ia menekankan pentingnya perlindungan terhadap kelompok rentan pengguna jalan.
“Karena target sasaran operasi ini adalah keselamatan pejalan kaki, termasuk kemudahan dan kecepatannya saat menyeberang,” kata Dodi.
Polda Jabar berharap, setelah operasi berakhir, kesadaran masyarakat akan pentingnya tertib berlalu lintas tetap tumbuh dan diterapkan setiap saat, bukan hanya ketika ada petugas di lapangan.
Editor : Ahmad Sayuti
