Pandemi Covid, Peternak Sapi di Lembang Malah Ketiban Berkah

Pandemi covid-19 berimbas distopnya keberangkatan ibadah haji tahun ini. Namun, bagi peternak sapi, hal itu jadi berkah tersendiri. Bahkan, omsetnya naik hampir 50 persen.

Pandemi Covid, Peternak Sapi di Lembang Malah Ketiban Berkah
Ilustrasi/Ahmad Sayuti

INILAH, Bandung- Pandemi covid-19 berimbas distopnya keberangkatan ibadah haji tahun ini. Namun, bagi peternak sapi, hal itu jadi berkah tersendiri. Bahkan, omsetnya naik hampir 50 persen.

Seperti yang dialami peternak sapi asal Desa Cibodas, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat Ana Gugum (39). Ia mengaku para Calhaj yang gagal berangkat banyak yang menghubunginya dan memesan sapi untuk ibadah qurban.

"Keberangkatan hajinya kan ditunda, yang sudah niat dan gagal berangkat jadi beralih membeli sapi kurban," katanya saat ditemui Selasa (28/7/2020).

Sejak Mei hingga sepekan jelang Idul Adha, penjualan sapi kurban di peternakannya sudah tembus 510 ekor. Bahkan omset penjualan melonjak hampir 50 persen dibanding tahun lalu. 

"Awalnya sempat pesimis lantaran Covid ini, target penjualan tak tercapai. Tapi, Alhamdulillah penjualan sangat bagus, tidak ada dampak dari korona," ujarnya.

Ia mengungkapkan, para pembeli kebanyakan memesan sapi super, mulai dari jenis sapi limosin, metal, brahma, dan PO yang bobot tubuhnya diatas 700 kilogram dengan kisaran harga Rp40 juta ke atas.

Kondisi pandemi yang melanda masyarakat diduga mendorong orang untuk berbuat baik, salah satunya dengan cara berkurban. Mungkin bukan di sini saja, peternak di daerah lain pun sama mengalami peningkatan penjualan hewan kurban.

Meski pembeli hewan kurban dari perorangan, khususnya calon jemaah haji meningkat, tetapi pembelian hewan kurban dari sekolah dan pesantren mengalami penurunan. Hal ini karena adanya penghentian sementara aktivitas tatap muka siswa mulai dari pendidikan dasar, menengah, dan perguruan tinggi untuk mencegah penyebaran virus korona.


Editor : Bsafaat