PCNU Tolak Kejurcab Orado Kota Tasikmalaya
Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Tasikmalaya menolak rencana perlombaan domino dalam rangka Hari Jadi ke-25 Kota Tasikmalaya.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Tasikmalaya menolak rencana perlombaan domino dalam rangka Hari Jadi ke-25 Kota Tasikmalaya.
Organisasi tersebut mengusulkan agar kegiatan yang dijadwalkan pada 28 Oktober 2026 itu dialihkan menjadi perlombaan yang lebih mengedepankan pendidikan dan nilai keagamaan.
Keberatan PCNU tertuju pada Kejuaraan Cabang (Kejurcab) Federasi Olahraga Domino Nasional (Orado) Kota Tasikmalaya yang memperebutkan Piala Wali Kota.
Permainan domino yang populer dengan sebutan gaple itu dinilai memiliki kedekatan persepsi dengan praktik perjudian sehingga dianggap tidak tepat untuk masuk dalam agenda resmi pemerintah di kota yang dikenal sebagai kota santri.
Ketua PCNU Kota Tasikmalaya Dudu Rohman mengatakan, masih banyak pilihan kegiatan yang dapat melibatkan masyarakat tanpa meninggalkan unsur pendidikan.
Menurutnya, perubahan jenis perlombaan bukan berarti menentang penyelenggara, melainkan upaya mencari kegiatan yang dinilai lebih bermanfaat.
"Apakah tidak ada lagi kegiatan yang mendidik? Karena, kami bukan mengecam tapi diganti dengan lomba yang lain," ujar Dudu, Selasa, (13/10/2026).
Dia menyarankan agar alternatif perlombaan dapat menjangkau masyarakat di berbagai tingkatan, termasuk kelurahan dan rukun warga. Dengan cara itu, perayaan hari jadi kota tetap dapat berlangsung meriah sekaligus menghadirkan kegiatan yang sejalan dengan nilai-nilai positif di lingkungan masyarakat.
"Banyak sebenarnya diganti lomba lain di tingkat kelurahan maupun RW yang positif sesuai nilai," katanya.
Dudu berharap kegiatan yang dipilih nantinya tidak hanya menjadi bagian dari perayaan tahunan, tetapi juga memberikan dampak baik bagi kehidupan sosial dan kesejahteraan warga Kota Tasikmalaya.
Penolakan serupa disampaikan Wakil Rais Syuriah PCNU Kota Tasikmalaya KH Ahmad Munawar Hidayatulloh. Dia berpandangan, penentuan kegiatan dalam perayaan daerah perlu mempertimbangkan karakter masyarakat setempat, termasuk nilai religius yang menjadi salah satu identitas Kota Tasikmalaya.
"Intinya PCNU Kota Tasikmalaya dengan kondisi kota santri untuk tidak melaksanakan kegiatan lomba gaple," kata Ahmad, Selasa (13/10/2026).
Dia mencontohkan perlombaan qasidah sebagai salah satu pilihan yang bisa dipertimbangkan. Menurutnya, agenda perayaan kota sebaiknya memberi ruang lebih besar bagi kegiatan yang memiliki muatan keagamaan.
"Alasannya pertama sesuai tata nilai religius dan Islami. Ketika misalkan lomba gaple hal yang baru, kenapa tidak lomba bernuansa nilai religius, misalkan lomba qasidah atau yang lainnya," ujarnya.
Selain persoalan kesesuaian dengan identitas daerah, Ahmad menyoroti penyelenggaraan permainan tersebut apabila mendapat tempat dalam agenda formal pemerintah.
Dia khawatir pencantuman lomba gaple dalam kegiatan resmi memunculkan persepsi bahwa pemerintah turut membenarkan permainan yang kerap dikaitkan dengan perjudian.
"Jadi itu kan sebagai alat gaple mendekati ke arah judi. Makanya kami menolak pelaksanaan lomba gaple tersebut, dan pelarangan ini sudah keputusan PCNU Kota Tasikmalaya," ucapnya.
Dia menegaskan keberatan PCNU juga berkaitan dengan pesan yang muncul ketika suatu kegiatan difasilitasi atau dilembagakan oleh pemerintah.
"Mestinya begini, gaple kalau diformalkan oleh pemerintah ini jadinya seolah-olah melegitimasi, tentu kami dari PCNU menolak," tuturnya.
Kejurcab Orado Kota Tasikmalaya diselenggarakan oleh Pengurus Cabang Orado setempat dan direncanakan berlangsung pada 28 Oktober 2026.
Selain bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda, kegiatan tersebut masuk dalam rangkaian perayaan Hari Jadi ke-25 Kota Tasikmalaya.
Editor : Doni Ramdhani
