Pembangunan Gedung Rawat Jalan dan Inap RSUD Lembang Sempat Terganjal Kendala, Begini Penjelasan Kontraktor 

Direktur Utama (Dirut) CV Berlian Jaya Ade Ahmad Faqih selaku kontraktor yang melaksanakan pembangunan gedung rawat inap RSUD Lembang menargetkan pembangunan tersebut rampung sebelum waktu yang ditentukan.

Pembangunan Gedung Rawat Jalan dan Inap RSUD Lembang Sempat Terganjal Kendala, Begini Penjelasan Kontraktor 
Diketahui, progres pembangunan gedung rawat inap RSUD Lembang sebanyak tiga lantai yang didanai anggaran APBD Bandung Barat sebesar Rp4,9 miliar baru mencapai 2 persen. (agus satia negara)

INILAHKORAN, Ngamprah - Direktur Utama (Dirut) CV Berlian Jaya Ade Ahmad Faqih selaku kontraktor yang melaksanakan pembangunan gedung rawat inap RSUD Lembang menargetkan pembangunan tersebut rampung sebelum waktu yang ditentukan.

Diketahui, progres pembangunan gedung rawat inap RSUD Lembang sebanyak tiga lantai yang didanai anggaran APBD Bandung Barat sebesar Rp4,9 miliar baru mencapai 2 persen. 

Sementara untuk gedung rawat jalan sebanyak 1 lantai yang didanai DAK dengan nilai sekitar Rp1,8 miliar baru mencapai 11 persen dengan tenggat waktu pengerjaan selama 5 bulan atau 150 hari.

"Kalau untuk progres sekarang masih aman dan sudah mencapai 11 persen," kata Ade saat ditemui di Lembang.

Ade mengakui, pengerjaan proyek pembangunan gedung rawat inap RSUD Lembang sempat mengalami kendala karena akses jalan langsir.

Sehingga, untuk mengejar progres pembangunan, bahan baku atau material lebih dahulu masuk ke lokasi. Sebab, dengan adanya pengerjaan pembangunan gedung rawat jalan tentunya bakal terhambat.

"Tapi alhamdulillah sekarang gak ada masalah dan progresnya terus naik. Bahkan, akan kita tingkatkan," ujarnya.

Ade menyebut, pihaknya hanya berfokus pada pembangunan rawat inap. Sehingga, ditargetkan rampung pada November 2025, satu bulan lebih cepat dari yang ditargetkan, yakni Desember 2025.

"Untuk luas bangunan rawat inap ini 30x12 meter persegi. Jumlah ruangan 4 dengan 16 bed," sebutnya.

"Kami optimis bisa terkejar karena.l waktunya masih panjang dan pekerjaannya hanya satu lantai," ucapnya.

Sementara itu, Project Manager PT Intan Berlian, Syamsul Amshar mengatakan, progres pembangunan gedung rawan jalan RSUD Lembang masih dalam tahap pembersihan atau sekitar 2 persen.

"Kita kesulitan mengangkat sisa-sisa bangunan lama. Sementara kalau kita pakai mesin drill tentu bakal berdampak ke ruangan radiologi," kata Syamsul.

Selain itu, ada sebagian tanah urug dengan kedalaman 4-6 meter di lokasi e. Namun, hal tersebut tidak terlalu bermasalah.

"Karena semua pondasi strauss pile kedalamannya 20 meter. Alhamdulillah untuk area-area yang rentannya sudah bisa kita tangani," ucapnya.

Kemudian, lanjut Syamsul, mengingat bangunan RSUD Lembang berada di zona Sesar Lembang, pihaknya bakal menggunakan bore pile wash.

"Nanti ada standar-standar kedalaman yang harus dilakukan pengeboran untuk lokasi-lokasi bangunan rawan gempa. Jadi sudah ada data sondirnya," ujarnya.

Tak cuma itu, pihaknya bakal melakukan pemadatan terhadap area tanah urug dengan wales atau dengan tanah khusus. "Tapi nanti kita trial lagi atau sondir lagi untuk memastikan semuanya sesuai standar," ujarnya.

Sebelumnya, Direktur Utama RSUD Lembang, dr. Lia Nurliana Sukandar mengatakan, pembangunan gedung rawat jalan dan rawat inap di RSUD Lembang saat ini sudah memasuki minggu ke-4.

"Progresnya untuk rawat jalan sudah sudah 2 persen, sedangkan untuk rawat inap 11 persen," kata dr. Lia.

"In syaa Allah, sisa pengerjaan selama 120 hari lagi kita mohon doanya bisa selesai gedung rawat jalan dan rawat inap standar dari RSUD Lembang," sambungnya.

Total, sebut dr. Lia, untuk pembangunan gedung rawat jalan dari APBD sekitar Rp4,9 miliar dan rawat inap sekitar Rp1,8 miliar dari Dana Alokasi Khusus (DAK). Lantaran ruang rawat inap ini masih tipe C, jumlah bed sebanyak 100 unit. 

"Dengan pelayanan BPJS itu kita harus punya ruangan KRIS terstandar dengan 12 kriteria. In syaa Allah untuk rawat inap ini 12 bed dengan 4 kamar," ujarnya.

"Sedangkan untuk rawat jalan akan dibangun poli dan tidak akan berdempetan. Jadi kita sudah punya ruangan poli rawat jalan yang terstandar," tandasnya.


Editor : Doni Ramdhani