Pemkab Bandung Perkuat Damkar, Tambah Armada dan Pos Pemadam

Pemkab Bandung memperkuat layanan damkar dengan menambah armada dan pos pemadam setelah tercatat 577 kejadian kebakaran hingga September 2026.

Pemkab Bandung Perkuat Damkar, Tambah Armada dan Pos Pemadam
Petugas Disdamkar Kabupaten Bandung dalam tugas memadamkan api di Katapang, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

INILAHKORAN.ID - Pemkab Bandung memperkuat layanan pemadam kebakaran (Damkar) dengan memenuhi kebutuhan personel dan armada serta menambah pos pemadam menyusul tingginya kejadian kebakaran sepanjang 2026.

Bupati Bandung Dadang Supriatna mengatakan penguatan sarana dan prasarana diperlukan agar petugas dapat merespons laporan masyarakat dengan cepat, terutama di wilayah yang memiliki jangkauan pelayanan relatif jauh.

“Saya dengar laporan, seragam petugas damkar saja cuma punya satu. Saya minta harus terpenuhi kebutuhannya, termasuk armada juga posko damkar kita tambah,” katanya seperti dikutip dari Antara, Jumat (25/9/2026).

Berdasarkan data Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkar), tercatat 577 kejadian kebakaran dengan luas area terdampak mencapai 47,61 hektare hingga September 2026.

Dadang menyoroti wilayah Kecamatan Kertasari dan Pacet yang memiliki jangkauan pelayanan relatif jauh. Karena itu, penguatan armada dan penambahan pos pemadam perlu disesuaikan dengan kondisi wilayah.

Ia juga meminta Pemkab Bandung mengkaji pembangunan Pos Pemadam Kebakaran (Damkar) di Bojongsoang dengan memanfaatkan lahan milik pemerintah daerah.

“Kalau bisa bangunkan dengan dana APBD,” ujarnya.

Dari total 577 kejadian tersebut, sebanyak 561 kejadian ditangani di wilayah Kabupaten Bandung dengan luas area terdampak 46,54 hektare. Sementara 16 kejadian lainnya merupakan perbantuan di luar wilayah dengan luas terdampak 1,07 hektare.

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menjadi kejadian dengan luas area terdampak terbesar. Tercatat 251 kejadian karhutla dengan luas terdampak mencapai 43,13 hektare.

Rinciannya, sebanyak 246 kejadian terjadi di Kabupaten Bandung dengan luas terdampak 42,17 hektare. Sedangkan lima kejadian lainnya merupakan perbantuan dengan luas terdampak 0,96 hektare.

Data berkala Disdamkar juga mencatat 468 kejadian kebakaran hingga Agustus 2026. Dari jumlah tersebut, 135 kejadian terjadi pada Juli dan 134 kejadian pada Agustus.

Sementara pada 1-6 September 2026, Disdamkar mencatat 42 kejadian yang sebagian besar melibatkan semak belukar, lahan kosong, kebun dan tumpukan sampah.

Selain memperkuat layanan damkar, Dadang meminta perangkat daerah memetakan wilayah yang berpotensi mengalami krisis air bersih sebagai langkah mengantisipasi dampak kemarau.

Menurutnya, sumber air untuk sistem penyediaan air minum (SPAM) di wilayah Bandung Selatan mengalami penurunan sekitar 50 persen. Kondisi tersebut membuat kebutuhan distribusi air menggunakan tangki perlu dipetakan sejak awal.


Editor : Ahmad Sayuti