Dua Kebakaran Terjadi di Cimahi dalam 24 Jam, Kerugian Home Industri Capai Rp900 Juta

Dua kebakaran terjadi di Cimahi dalam waktu kurang dari 24 jam. Kebakaran home industry di Cibeureum menyebabkan kerugian Rp900 juta, sementara rumah kosong di

Dua Kebakaran Terjadi di Cimahi dalam 24 Jam, Kerugian Home Industri Capai Rp900 Juta
Dua kebakaran terjadi di Cimahi dalam waktu kurang dari 24 jam. Kebakaran home industry di Cibeureum menyebabkan kerugian Rp900 juta, sementara rumah kosong di Karangmekar ikut terbakar.

INILAHKORAN.ID – Dua peristiwa kebakaran terjadi di wilayah Kota Cimahi dalam kurun waktu kurang dari 24 jam. Kebakaran pertama menghanguskan bangunan industri rumahan (home industry) dengan kerugian ditaksir mencapai Rp900 juta, sedangkan kejadian kedua membakar sebagian bangunan rumah kosong.

Kebakaran pertama terjadi di kawasan Cibeureum pada Sabtu (24/10/2026) petang. Api menghanguskan bangunan seluas 140 meter persegi.

Kepala Seksi Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan Satpol PP dan Damkar Kota Cimahi, Aep Mulyana, mengatakan api mulai terlihat berkobar sekitar pukul 18.00 WIB. Warga sempat berupaya melakukan pemadaman secara mandiri, tetapi kobaran api belum berhasil dikendalikan.

"Api diketahui berkobar sekitar pukul 18.00 WIB sebelum warga berupaya melakukan pemadaman mandiri namun belum berhasil mengendalikan kobaran api," kata Aep dalam keterangan resminya, Senin (26/10/2026).

Petugas Damkar Kota Cimahi tiba di lokasi lima menit setelah menerima laporan. Penanganan kemudian dilakukan dengan mengerahkan tiga unit mobil pancar dan satu kendaraan penyelamatan.

Aep menyebutkan, total kerugian akibat kebakaran home industry di Jalan Sejahtera tersebut ditaksir mencapai Rp900 juta. Nilai itu terdiri atas kerusakan bangunan sekitar Rp500 juta dan kerugian isi bangunan sebesar Rp400 juta.

"Total kerugian akibat kebakaran home industri di Jalan Sejahtera itu ditaksir mencapai Rp900 juta yang terdiri atas kerusakan bangunan sebesar Rp500 juta dan isi bangunan senilai Rp400 juta," sebutnya.

Dalam peristiwa tersebut, satu orang mengalami luka ringan. Sementara itu, sebanyak 40 orang berhasil diselamatkan. Penyebab pasti kebakaran masih diselidiki, meskipun laporan awal mencatat adanya dugaan unsur kelalaian.

Kebakaran kedua terjadi di sebuah rumah kosong di kawasan Karangmekar pada Minggu (25/10/2026) pagi. Petugas menerima laporan sekitar pukul 08.38 WIB setelah warga melihat api membakar bagian bangunan.

Petugas tiba di lokasi sembilan menit setelah laporan diterima. Aep menjelaskan, sekitar 21 meter persegi bangunan terbakar dari total luas rumah 30 meter persegi.

"Luas bangunan yang terbakar sekitar 21 meter persegi dari total luas 30 meter persegi dan tidak ada korban jiwa maupun luka dalam insiden ini," tuturnya.

Dugaan sementara, kebakaran dipicu penggunaan obat nyamuk atau puntung rokok yang dibiarkan menyala tanpa pengawasan. Namun, penyebab tersebut masih perlu dipastikan melalui penyelidikan lebih lanjut.

Aep mengungkapkan, rumah kosong tersebut diketahui kerap dikunjungi sekelompok pemuda pada malam sebelumnya. Meski demikian, hubungan aktivitas tersebut dengan kebakaran belum dapat dipastikan.

"Rumah tersebut diketahui kerap dikunjungi sekelompok pemuda pada malam sebelumnya namun kaitannya dengan kejadian masih belum dapat dipastikan," ungkapnya.

Menyusul dua kejadian tersebut, Aep mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama pelaku usaha yang menyimpan bahan mudah terbakar.

Ia menekankan pentingnya menyediakan alat pemadam api ringan (APAR), memeriksa instalasi listrik secara berkala, serta memahami prosedur evakuasi untuk mengurangi risiko dan dampak kebakaran.

"Ketersediaan APAR, pemeriksaan instalasi listrik serta pemahaman prosedur evakuasi menjadi langkah penting untuk mengurangi risiko kejadian serupa di kemudian hari," ujarnya.

Aep menegaskan, penyebab pasti kedua kebakaran masih menunggu hasil penyelidikan lebih lanjut.


Editor : Ahmad Sayuti