Cegah Api Meluas, Puluhan Personel dari Cirebon Dikerahkan ke Gunung Ciremai
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di kawasan Gunung Ciremai mendapat perhatian Pemerintah Kabupaten Cirebon.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di kawasan Gunung Ciremai mendapat perhatian Pemerintah Kabupaten Cirebon.
Sebanyak 48 personel gabungan dikerahkan untuk memperkuat penanganan kebakaran sekaligus mengantisipasi meluasnya kobaran api.
Tim tersebut dilepas Sekda Kabupaten Cirebon Hendra Nirmala di kawasan Sumur Tujuh, Kecamatan Pesawahan, Kabupaten Kuningan, Minggu (25/10/2026).
Keterlibatan Pemkab Cirebon dinilai penting mengingat kawasan Gunung Ciremai berbatasan dengan sejumlah desa di Kabupaten Cirebon. Penanganan cepat diperlukan agar kebakaran tidak meluas dan berdampak terhadap wilayah di sekitarnya.
Hendra meminta, personel yang diterjunkan membangun koordinasi dengan seluruh unsur yang terlibat dalam operasi pemadaman. Dengan begitu, penanganan kebakaran di lapangan dapat dilakukan secara terarah.
“Tim harus terus berkoordinasi dengan pihak terkait agar tugas pemadaman berjalan optimal,” kata Jigus.
Selain efektivitas pemadaman, keselamatan petugas menjadi perhatian. Sekda mengingatkan medan pegunungan dan kondisi cuaca menjadi tantangan yang harus diperhitungkan selama operasi berlangsung.
“Kondisi cuaca saat ini cukup ekstrem. Seluruh anggota harus mengutamakan keselamatan, menjaga kesehatan dan kondisi fisik,” ujarnya.
Sementara Sekretaris Pelaksana BPBD Kabupaten Cirebon Syamsul Huda mengatakan sebanyak 48 personel gabungan diterjunkan untuk memperkuat tim yang menangani kebakaran di Gunung Ciremai.
Pemkab Cirebon juga membawa sejumlah sarana pendukung pemadaman. Peralatan tersebut di antaranya pompa alcon, toren penampungan air dan armada operasional. Logistik bagi petugas selama berada di lapangan juga disiapkan.
“Kami menyiapkan peralatan seperti pompa alcon, penampungan air atau toren, armada pendukung, serta kebutuhan logistik bagi anggota di lapangan,” kata Syamsul.
Salah satu langkah yang disiapkan adalah membuat parit sekat di sekitar area terbakar. Upaya tersebut dilakukan untuk memutus jalur rambatan api sehingga kebakaran tidak menjalar ke kawasan lainnya.
Sementara untuk operasi pemadaman berskala lebih besar, mekanismenya akan ditentukan melalui koordinasi lintas instansi. Operasi tersebut agar semua pelaksanakan terkoordinir dengan baik.
Selain mengandalkan petugas darat, penanganan karhutla Gunung Ciremai juga direncanakan mendapat dukungan pemadaman dari udara.
“Berdasarkan informasi koordinasi, direncanakan ada bantuan pemadaman udara atau water bombing menggunakan dua unit helikopter milik TNI Angkatan Udara,” pungkas Syamsul.
Editor : Doni Ramdhani
