Kebakaran Gunung Ciremai, BTNGC Belum Terima Laporan Dampak Signifikan
Kebakaran di Taman Nasional Gunung Ciremai diperkirakan berdampak pada 50-60 hektare lahan. BTNGC menyebut belum ada laporan dampak signifikan terhadap satwa p
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID – Balai Taman Nasional Gunung Ciremai (BTNGC) menyebutkan belum menerima laporan signifikan terkait dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di kawasan konservasi tersebut pada Rabu (21/10/2026) malam.
Kepala BTNGC Toni Anwar mengatakan, sebagian besar area yang terbakar merupakan semak belukar dan savana. Sementara itu, tegakan pohon pinus hanya terdampak pada sebagian kecil kawasan.
“Selain itu, lokasi kebakaran sebagian besar bukan merupakan habitat utama satwa prioritas,” kata Toni seperti dikutip dari Antara, Jumat (23/10/2026).
Menurut Toni, karakteristik lahan terbuka memungkinkan satwa liar menyelamatkan diri dengan bergerak menjauhi kobaran api menuju area yang lebih aman.
Berdasarkan pendataan awal, luas kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai yang terdampak kebakaran diperkirakan mencapai 50-60 hektare.
Medan Terjal Hambat Pemadaman
Toni menjelaskan, tim gabungan masih memusatkan upaya penanganan pada pemadaman api. Namun, proses tersebut menghadapi sejumlah kendala, mulai dari medan terjal, akses menuju titik api yang sulit, hingga keterbatasan sumber air.
“Antisipasi kami masih fokus pada pemadaman. Kendala utama di lapangan adalah kondisi medan, akses menuju titik api, serta ketersediaan air,” ujarnya.
Untuk mengatasi berbagai kendala tersebut, BTNGC berkoordinasi dengan sejumlah pihak guna mendukung penanganan kebakaran secara terpadu di lapangan.
Toni juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah membantu upaya pemadaman di kawasan konservasi tersebut.
Ia berharap dukungan masyarakat terus mengalir agar proses penanganan berjalan lancar dan kebakaran dapat segera dikendalikan.
“Kami memohon dukungan dari seluruh lapisan masyarakat agar upaya pemadaman ini dapat berjalan lancar dan api segera teratasi,” ucapnya.
Hingga kini, BTNGC masih memprioritaskan pemadaman kebakaran. Pemantauan terhadap kawasan terdampak juga diperlukan untuk mengetahui perkembangan penanganan serta dampaknya terhadap lingkungan.
Editor : Ahmad Sayuti
