Pemkab Bogor Tingkatkan PAD Demi Imbangnya Fiskal Keuangan
Agar berimbang kapasitas fiskal atau antara pendapatan dan pengeluaran keuangannya, Pemkab Bogor berupaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Tahun 2025.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bogor - Agar berimbang kapasitas fiskal atau antara pendapatan dan pengeluaran keuangannya, Pemkab Bogor berupaya meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) di Tahun 2025.
Jika di Tahun 2024 lalu PAD Kabupaten Bogor mencapai Rp 4,5 triliun, di Tahun 2025 raihan PAD ditargetkan setengah dari total Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Tahun 2026 yaitu Rp 12 triliun.
"Tahun 2025 target PAD Kabupaten Bogor sebesar Rp 6 triliun atau minimal Rp 5,1 triliun, hal ini dilakukan demi sehatnya fiskal kita atau seimbang antara PAD dan dana transfer dari pemerintah pusat," kata Sekda Kabupaten Bogor Ajat Rochmat Jatnika kepada wartawan, Selasa, 11 Februari 2025.
Untuk meraih itu, 10 Kantor UPT Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah (Bappenda), mobil pelayanan pajak keliling dan aplikasi Lapor Pak perannya bakal dimaksimalkan.
"Aplikasi Lapor Pak memudahkan masyarakat dan perangkat pemerintah desa yang jauh dari Cibinong untuk menghitung pajak para wajib pajak dan melaporkan pendapatan pajak di desanya lalu kembali ke masyarakat desa dalam bentuk dana bagi hasil pajak dan retribusi daerah," sambung Ajat Rochmat Jatnika.
Kepala Bappenda Kabupaten Bogor Andri Hadian menerangkan selain dari pajak, retribusi dari pemakaian aset daerah juga bakal dimaksimalkan oleh jajarannya.
"Kami akan meningkatkan PAD dengan optimalisasi raihan pajak dan memaksimalkan retribusi pemakaian aset daerah oleh pihak swasta," terang Andri Hadian.
Andri Hadian menjelaskan jajarannya juga terus menekan angka piutang pajak yang saat ini mencapai Rp 1,5 triliun, hingga ada tambahan raihan pajak.
"Dalam menagih piutang pajak dari wajib pajak, kami bekerjasama dengan Kejaksaan Negeri Kabupaten Bogor," jelasnya.
Editor : Ahmad Sayuti

