Jalan Raya Laladon Bakal Diperlebar, Pemkab Bogor Siapkan Pembebasan Lahan
Pemkab Bogor mengkaji pelebaran Jalan Raya Laladon untuk mengurai kemacetan hingga Dramaga dan Ciampea. Pembangunan ditargetkan 2027 atau 2028.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor menyiapkan rencana pelebaran Jalan Raya Laladon untuk mengurai kemacetan lalu lintas di kawasan perbatasan Sindang Barang, Bogor Barat, Kota Bogor, dengan Laladon, Kecamatan Ciomas.
Selama ini, ruas jalan yang tidak sebanding dengan volume kendaraan menjadi salah satu titik kepadatan lalu lintas. Pada jam-jam tertentu, antrean kendaraan bahkan bisa memanjang hingga kawasan Kampus IPB University di Kecamatan Dramaga dan mengular ke wilayah Kecamatan Ciampea.
Setelah membangun Jalan Lingkar Dramaga, Pemkab Bogor kini mengkaji rencana pelebaran Jalan Raya Laladon. Pembangunan tersebut ditargetkan dapat direalisasikan pada 2027 atau 2028.
Bupati Bogor Rudy Susmanto mengatakan, saat ini jajarannya tengah melakukan kajian untuk mematangkan rencana pelebaran jalan tersebut.
"Untuk pelebaran Jalan Raya Laladon, kami sedang mengkaji dan akan membangunnya, bisa di Tahun 2027 ataupun 2028," ucap Rudy Susmanto kepada wartawan, Kamis (5/11/2026).
Pemkab Bogor Siapkan Skema Pembebasan Lahan
Rudy menjelaskan, untuk mendukung pelebaran jalan, Pemkab Bogor menyiapkan dua skema pengadaan lahan, yakni melalui pembelian dan hibah.
Salah satu pihak yang telah diajak berkomunikasi adalah Yayasan Ibnu Aqil Education Center. Menurut Rudy, sebagian lahan milik yayasan tersebut berpeluang dihibahkan kepada pemerintah daerah untuk mendukung pelebaran jalan.
"Kami juga sudah berbicara dengan Ketua Yayasan Ibnu Aqil Education Center, sebagian lahan milik mereka, Insya Allah akan dihibahkan kepada Pemkab Bogor, untuk selanjutnya dilakukan pelebaran jalan," jelasnya.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Bogor, Suryanto Putra, menambahkan bahwa rencana pelebaran juga akan memanfaatkan lahan milik pemerintah daerah di sekitar Simpang Laladon.
Dengan demikian, kebutuhan lahan tidak hanya dipenuhi melalui hibah yayasan, tetapi juga pembebasan lahan milik warga sekitar.
"Kebetulan ada lahan milik pemerintah daerah di dekat Simpang Laladon, jadi selain mengandalkan hibah dari Yayasan Ibnu Aqil Education Center, kami juga bakal membebaskan lahan milik warga sekitar. Untuk besar anggaran yang dibutuhkan, nanti yang menyusun tim apraisal," tambah Suryanto Putra.
Anggaran Pelebaran Jalan Masih Dikaji
Besaran anggaran yang dibutuhkan untuk pelebaran Jalan Raya Laladon hingga kini belum ditetapkan. Pemkab Bogor masih menunggu proses penilaian lahan oleh tim appraisal sebagai bagian dari persiapan pembebasan lahan.
Rencana tersebut diharapkan dapat meningkatkan kapasitas ruas jalan dan memperlancar mobilitas masyarakat, terutama pengguna jalan yang melintasi kawasan Laladon, Dramaga, dan Ciampea.
Meski demikian, realisasi pembangunan masih bergantung pada hasil kajian teknis, kesiapan lahan, serta penganggaran daerah.***
Editor : JakaPermana

