Pemkot Bogor Gencarkan Wajib Belajar 1 Tahun Pendidikan Prasekolah

Pemkot Bogor menggencarkan wajib belajar 1 tahun pendidikan prasekolah untuk meningkatkan akses PAUD dan memperkuat sinergi orang tua, guru, serta sekolah.

Pemkot Bogor Gencarkan Wajib Belajar 1 Tahun Pendidikan Prasekolah
Bunda PAUD Kota Bogor, Yantie Rachim saat mensosialisasikan peningkatan akses dan partisipasi anak dalam memperoleh layanan pendidikan, agar angka partisipasi pada jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) pada Selasa (6/10/2026).

INILAHKORAN.ID– Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor melalui Bunda PAUD Kota Bogor menggencarkan implementasi wajib belajar satu tahun pendidikan prasekolah.

Langkah tersebut dilakukan untuk meningkatkan pemahaman para pemangku kepentingan sekaligus memperkuat koordinasi dan sinergi lintas sektor dalam penyelenggaraan pendidikan prasekolah.

Upaya ini juga menjadi dorongan untuk meningkatkan akses dan partisipasi anak dalam memperoleh layanan pendidikan, sehingga angka partisipasi pada jenjang pendidikan anak usia dini (PAUD) di Kota Bogor dapat meningkat.

Bunda PAUD Kota Bogor, Yantie Rachim menuturkan, sosialisasi menjadi salah satu ikhtiar untuk menguatkan pemahaman bersama mengenai peran PAUD dalam mendukung kebijakan pemerintah pusat, khususnya terkait wajib belajar 13 tahun dan kebijakan pendidikan lainnya.

"Ini menjadi salah satu ikhtiar kami untuk menguatkan pemahaman bersama mengenai peran PAUD di Kota Bogor dalam mendukung kebijakan pemerintah pusat, khususnya wajib belajar 13 tahun," ungkap Yantie pada Selasa (6/10/2026).

200 Peserta Ikuti Sosialisasi Pendidikan Prasekolah

Yantie memaparkan, sosialisasi terbaru dilaksanakan selama dua hari, yakni 5 hingga 6 Oktober 2026.

Kegiatan tersebut diikuti 200 peserta yang terdiri dari guru PAUD dan komite PAUD dari enam kecamatan di Kota Bogor.

Pada hari pertama, peserta berasal dari Kecamatan Bogor Tengah, Bogor Selatan, dan Bogor Timur.

"Sementara pada hari kedua, peserta berasal dari Kecamatan Tanah Sareal, Bogor Utara, dan Bogor Barat," paparnya.

Yantie Ingatkan Pentingnya Tumbuh Kembang Anak

Dalam kesempatan tersebut, Yantie juga menekankan pentingnya memperhatikan tumbuh kembang anak, khususnya pada usia 4-6 tahun.

Menurutnya, anak pada usia tersebut perlu mendapatkan stimulasi yang sesuai dengan tahap perkembangannya dan tidak seharusnya dipaksa menerima beban akademis yang belum sesuai dengan kesiapan kognitifnya.

"Sebagai orang tua kami harus tahu perkembangan anak di usia 4-6 tahun, begitu juga saat usia 7 tahun dan seterusnya. Jangan biarkan belajar calistung di saat kognitif anak belum cukup untuk menerimanya, karena akan menjadi beban akademis untuk anak-anak kalau dipaksakan," jelas Yantie.

Ia menerangkan, membangun pondasi pendidikan menjadi hal penting pada masa anak usia dini agar proses tumbuh kembang dapat berjalan dengan kuat.

Menurut Yantie, perkembangan otak anak tidak perlu dipaksakan. Anak perlu diberikan ruang untuk berkembang sesuai dengan tahapan usianya.

"Banyaknya anak usia sekolah dasar yang mulai merasa bosan belajar dapat berkaitan dengan kurangnya waktu bermain saat usia dini akibat terlalu banyak dipaksa untuk belajar," terangnya.

Orang Tua dan Guru Diminta Bersinergi

Yantie menambahkan, proses belajar anak harus didukung dengan konsistensi dan contoh nyata yang jelas. Hal tersebut penting agar anak tidak mengalami kebingungan karena anak merupakan peniru yang sangat baik.

Karena itu, ia berharap para guru dan komite PAUD yang mengikuti sosialisasi dapat menjadi agen informasi sekaligus turut menyukseskan kampanye 'Ayo Sekolah ke PAUD'.

"Kerja sama antara orang tua, guru, dan sekolah mutlak dibutuhkan. Saya berharap semakin banyak pihak yang berkomitmen untuk mengutamakan kebutuhan tumbuh kembang anak. Biarkan anak tumbuh sesuai dengan fitrahnya. Sebagai orang tua terus dampingi dan berikan dukungan dengan memberikan stimulasi terbaik bagi kebutuhan anak," pungkas Yantie.***


Editor : JakaPermana