Pemkot Bogor Mulai Persiapkan Akses Jalan Persiapan KRL Tersambung Stasiun Ciomas
Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim menegaskan bahwa Kreta Rel Listrik (KRL) direncanakan akan tersambung ke Stasiun Ciomas.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim menegaskan bahwa Kereta Rel Listrik (KRL) direncanakan akan tersambung ke Stasiun Ciomas dan hal ini sudah dibahas oleh Pemkot Bogor dengan PT. KAI.
Untuk memuluskan rencana, pihak Pemkot Bogor juga meninjau Stasiun Ciomas, Kelurahan Kertamaya, Kecamatan Bogor Selatan pada Senin 09 Maret 2026.
"Yang pertama saya sudah bertemu dengan Dirut PT. KAI menanyakan sebetulnya fungsi dari Stasiun Ciomas Rancamaya sejak beberapa waktu lalu. Saya mengusulkan karena design emplasemen nya itu sejajar dengan dakenya KRL maka tentunya pasti tujuan dari pembangunan Stasiun Ciomas Rancamaya, kemudian Lido itu tujuannya. Untuk itu bagaiamana KRL yang selama ini hanya berenti di Kota Bogor pasti akan diperpanjang sampai dengan Lido, Cigombong," ungkap Dedie kepada wartawan di Stasiun Ciomas Rancamaya.
Dedie memaparkan, kebetulan Stasiun Ciomas Rancamaya ini berada di wilayah Kota Bogor bersebelahan dengan asetnya Rancamaya Sinarmas. Dari usulan yang diajukan, tujuannya supaya masyarakat Bogor Selatan tidak perlu naik KRL ke stasiun Bogor.
"Kalau disini ada KRL artinya wilayah Bogor Selatan masyarakatnya bisa memanfaatkan akses dari sini. Itu awal pemikiran kami. Tapi faktanya memang, alasan ini belum bisa beroperasi karena aksesnya tidak ada atau tidak memadai," papar Dedie.
"Hari ini saya dengan jajaran Dinas Perumkim, PUPR, Camat dan Lurah melihat juga memastikan bahwa kami akan bangun akses sampai ke Stasiun Ciomas Rancamaya. Nantinya suatu saat kalau KRL sudah ada jaringan listrik atasnya, ini bisa dimanfaatkan. Jadi tidak ada yang tiba-tiba bisa jadi besok, semua harus 'dibadamikeun' dan semua harus kolaborasi serta disinergikan," terang Dedie.
Dedie menjelaskan, untuk satu stasiun ini, pemerintah pusat megeluarkan Rp10 miliar, sayang apabila tidak dimanfaatkan dengan baik. Jadi artinya tentu pemerintah daerah juga harus berfikir bagaimana memanfaatkan keberadaan stasiun ini untuk difungsikan sebagaiamana baiknya.
"Kalau stasiun inikan urusannya PT. KAI, urusan Daop atau Dirjen Perkeretaapian. Kami menyiapkan akses jalan yang memadai untuk masyarakat. Misalnya masyarakat Kelurahan Genteng, kalau nanti ada KRL ngapain ke Alun-alun Stasiun Bogor, kan tadi cuma 1,2 kilometer. Belum lagi dari atah Kertamaya paling 1 kilometer. Tetapi karena tidak ada akses mau bagaimana," jelasnya.
Dedie membeberkan, karena itu Pemkot Bogor persiapkan dahulu, sambil nanti PT KAI bersama Dirjen Perkeretaapian menyiapkan jaringan kabel atas.
"Namanya KRL kan butuh jaringan listrik. Itulah kolaborasi sinergi, kami tidak hanya diam saja melihat seperti ini. Mangkannya kalau bisa KRL bisa sampai kesini, masyarakat Kota Bogor nanti akan memanfaatkan betul. Apalagi kalau nanti ada jalan betonnya kan itu bagus," pungkasnya.***
Editor : JakaPermana
