Pemkot Cimahi Data 40 Tunawisma, Cari Solusi Penanganan Masalah Sosial
Pemkot Cimahi melalui Dinas Sosial akan mendata sekitar 40 tunawisma untuk merumuskan solusi penanganan masalah kesejahteraan sosial.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID – Pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi melalui Dinas Sosial akan mendata sekitar 40 tunawisma yang beraktivitas di sejumlah titik wilayah Kota Cimahi. Pendataan tersebut menjadi dasar untuk merumuskan solusi penanganan masalah kesejahteraan sosial.
Wakil Wali Kota Cimahi, Adhitia Yudisthira, mengatakan keberadaan tunawisma menjadi perhatian pemerintah daerah. Sebagian dari mereka diketahui berasal dari luar daerah dan kembali ke jalanan setelah menjalani penertiban.
"Betul, keberadaan tunawisma ini bahkan jadi perhatian Pak KDM, karena memang perlu dicari solusinya. Ini mereka dari luar daerah, kemarin saya sempat ngobrol sama tunawisma namanya Ibu Yayah, dia dari Cikalongwetan, KBB. Di sini sama suaminya," kata Adhitia di Cimahi, Kamis.
Berdasarkan informasi Dinas Sosial, jumlah tunawisma yang beraktivitas di Cimahi pada hari biasa berkisar 40 orang. Jumlah tersebut dapat meningkat hingga hampir 100 orang menjelang hari besar keagamaan, seperti Idulfitri dan Natal.
"Kalau berdasarkan informasi dari Dinas Sosial itu rata-rata ya sekitar 40 orang, naik turun enggan menentu setiap hari. Kalau mau Idulfitri lalu Natal, itu bisa hampir 100 orang. Datang dari luar daerah," ujarnya.
Sejumlah lokasi yang kerap menjadi tempat aktivitas tunawisma antara lain Jalan Urip Sumohardjo, Jalan Gatot Subroto, Taman Sriwijaya, Jalan Gandawijaya, serta kawasan Alun-alun Kota Cimahi.
Pemkot Cimahi Telusuri Latar Belakang Tunawisma
Adhitia menjelaskan, sebagian tunawisma diduga datang dengan bantuan pihak yang mengoordinasikan keberangkatan mereka. Sementara itu, sebagian lainnya beraktivitas secara mandiri dengan mengemis atau mencari barang bekas untuk memenuhi kebutuhan hidup.
"Jadi sebagian dari mereka itu ada yang mengkoordinir, jadi datang itu ada yang antar, pulang beberapa hari kemudian. Tujuannya ada yang cuma menjadi pengemis, itu berburu Jumat berkah. Tapi ada juga yang bergerak sendiri mencari rongsokan, itu kadang tidur di emperan toko," katanya.
Menurut Adhitia, penertiban yang dilakukan Dinas Sosial bersama Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) belum menyelesaikan persoalan secara menyeluruh. Sebagian tunawisma kembali ke jalanan setelah dipulangkan ke daerah asal.
Karena itu, Pemkot Cimahi meminta Dinas Sosial melakukan pengecekan lapangan dan pendataan untuk mengetahui kondisi serta latar belakang mereka. Hasil pendataan tersebut akan menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan langkah penanganan selanjutnya.
"Nanti Dinsos Cimahi akan mengecek ke lapangan, biasanya juga kucing-kucingan. Kita akan rumuskan penyelesaiannya seperti apa," kata Adhitia.
Pemkot Cimahi berharap pendataan tersebut dapat membantu pemerintah memahami persoalan secara lebih menyeluruh, sehingga penanganan tidak hanya berfokus pada penertiban, tetapi juga mempertimbangkan kondisi sosial dan kebutuhan para tunawisma.***
Editor : JakaPermana
