Pemkot Cimahi Gencarkan UMKM Naik Kelas, Usaha Kecil Digenjot Punya Daya Saing Mumpuni

Para pelaku usaha di Cimahi terus digenjot agar punya daya saing mumpuni melalui program UMKM Naik Kelas.

Pemkot Cimahi Gencarkan UMKM Naik Kelas, Usaha Kecil Digenjot Punya Daya Saing Mumpuni
Kepala Disdagkoperin Kota Cimahi Hella Haeran (tengah) terus menggencarkan program UMKM Naik Kelas. (Agus Satia Negara)

INILAHKORAN.ID – Program UMKM Naik Kelas terus digencarkan Dinas Perdagangan KUKM dan Perindustrian (Disdagkoperin) Kota Cimahi. Tujuannya, meningkatkan daya saing usaha kecil dan menengah.

UMKM Naik Kelas tak sekadar transfer ilmu bisnis semata. Para pengusaha yang sedang merintis dari titik nol bakal menjalani serangkaian kegiatan pembinaan, pelatihan, dan pendampingan.

Program ini membedah serta mencarikan solusi dari permasalahan inti yang sering dihadapi pelaku UMKM. Nantinya, bisnis yang mereka rintis bisa tumbuh, berkembang, dan meraih kesejahteraan.
 
Kepala Disdagkoperin Kota Cimahi Hella Haerani mengatakan, penelitian menunjukkan bahwa pelaku UMKM di Cimahi umumnya menghadapi tantangan di beberapa bidang, yakni permodalan, produksi, pemasaran, sumber daya manusia.

Tak hanya itu, problem sarana dan prasarana, serta penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) juga masih menjadi pekerjaan rumah.
 
"Kehadiran pemerintah harus menyentuh kebutuhan dasar mereka. Tidak cuma pelatihan, tapi juga pendampingan, fasilitasi, dan upaya memasangkan mereka dengan mitra strategis lainnya," kata Hella.
 
Pada tahun 2025, ungkap Hella, program UMKM Naik Kelas diwujudkan melalui serangkaian kegiatan yang difokuskan pada peningkatan literasi bisnis. 

"Pelaku UMKM diajarkan tentang aspek-aspek dasar usaha, mulai dari manajemen hingga strategi pemasaran," ujarnya.
 
Selain itu, pemerintah dan mitra juga memberikan pendampingan bisnis secara langsung, termasuk advokasi, konsultasi usaha, serta bantuan dalam hal aspek legal, kelayakan sertifikasi, dan fasilitasi pemasaran. 

"Pemenuhan pengetahuan dan literasi bisnis adalah dasar yang wajib. Kita juga berperan sebagai fasilitator untuk menghubungkan UMKM dengan pihak lain yang bisa membantunya," jelasnya.
 
Inti dari program ini adalah kolaborasi dan sinergi antar stakeholder, pemerintah, swasta, akademisi, BUMN, dan Asosiasi Bisnis. 

Menurutnya, kerja sama ini bakal berdampak positif bagi semua pihak, terutama dalam melahirkan pelaku industri baru yang lebih dinamis dan produk yang berdaya saing.
 
"Kolaborasi menjadi kekuatan utama untuk menghasilkan UMKM yang unggul. Dengan begitu, kita harap bisa membangun perekonomian masyarakat Cimahi yang lebih sejahtera dan mandiri," tandasnya.***


Editor : Bsafaat