Pemkot dan Kejari Monitoring Bersama, Pastikan Proyek Strategis Selesai Tepat Waktu
Wali Kota Bogor, Bima Arya menuturkan dirinya bersama Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kota Bogor, Waito Wongateleng melakukan tinjauan lapangan monitoring bersama proyek strategis di Kota Bogor pada Minggu ini.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bogor - Wali Kota Bogor, Bima Arya menuturkan dirinya bersama Kepala kejaksaan Negeri (Kajari) Kota Bogor, Waito Wongateleng melakukan tinjauan lapangan monitoring bersama proyek strategis di Kota Bogor pada Minggu ini.
Hal itu disebut sebagai upaya akselerasi proyek strategis di Kota Bogor agar selesai tepat waktu dan sesuai aturan.
Diketahui, monitoring bersama proyek strategis Kota Bogor ini sebagai tindak lanjut dari MoU antara Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor dan Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Bogor sesuai Undang-Undang Kejaksaan Nomor 11 Tahun 2021 yang disebutkan, ada beberapa fungsi kejaksaan, diantaranya di bidang perdata dan tata usaha negara, penegakan hukum dan pertimbangan hukum.
"Monitoring dilakukan dengan tinjauan lapangan ke Pembangunan Masjid Agung Kota Bogor, pedestrian Jalan Dewi Sartika dan Jembatan Otista. Proyek strategis yang dikunjungi ini merupakan beberapa kegiatan dari sekian banyak kegiatan pembangunan di Kota Bogor yang didampingi oleh pihak Kejari," ungkap Bima kepada wartawan pada Jum'at 28 Juli 2023.
"Ya, jadi saya mengundang, mengajak Ibu Kajari untuk melihat progres di lapangan sambil menyemangati teman-teman (pekerja dan dinas). Ya alhamdulillah dua titik, baik Masjid Agung maupun Otista ini deviasinya positif, jadi ini sudah seperempatnya dikerjakan," tambah Bima.
Bima memaparkan, dalam monitoring itu, Kajari menyampaikan arahan agar semuanya terus diawasi dengan baik sehingga capaian ini terus on the track.
"Pendampingan oleh Kejari Kota Bogor dilakukan oleh dua tim," paparnya.
Sementara itu, Kajari Kota Bogor, Waito Wongateleng mengatakan, pendampingan terhadap proyek strategis daerah itu dilakukan oleh bidang intelijen, kemudian pendampingan secara umum dilakukan oleh bidang perdata dan tata usaha negara.
"Kenapa kami ikut mendampingi, karena ini tugas dan fungsi atau tusi kami membantu Pemkot Bogor untuk lancarnya kegiatan di semua lini bidang. Terutama ini kegiatan infrastruktur yang sedang dilakukan atau dikerjakan," terang Waito.
Waito menjelaskan, progres proyek strategis Kota Bogor pada pembangunan lanjutan Masjid Agung Kota Bogor dan pembangunan Jembatan Otista ini masih on the track dan melebih target.
Terpisah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bogor, Rena Da Frina mengatakan, setelah Mei 2023 lalu Pemkot dan Kejari melakukan perpanjangan MoU selanjutnya ditindaklanjuti dengan Perjanjian Kerja Sama.
"Ada berapa proyek proyek kita itu yang kita minta pendampingan ataupun Walpam (pengawalan dan pengamanan) ke teman-teman kejaksaan untuk proyek strategis Kota Bogor," tutur Rena.
Rena menjelaskan, di PUPR ada 7 proyek strategis yang dilakukan Walpam dan pendampingan di beberapa proyek lainnya. Saat ini sampai Minggu ke 14 capaian Pembangunan Otista sudah mencapai 24,99 persen dengan deviasi positif sebesar 3 persen. Capaian positif juga terlihat pada progres pembangunan Masjid Agung Kota Bogor yang sudah mencapai 23 persen atau deviasi sebesar 3 persen.
"Tinjauan Masjid Agung Kota Bogor dilakukan di beberapa titik, diantaranya area pembangunan menara, lantai dan dan lantai dasar. Jadi kami sampaikan nanti akan ada menara diameter menara itu sekitar 16 meter, tinggi menara yang diizinkan oleh pihak istana dan ATS itu sekitar 51 meter. Nanti ada lift di sana, kapasitas lift nya bisa sampai 24 orang," jelas Rena.
Rena menegaskan, dalam monitoringnya Kajari dan Wali Kota Bogor konsen melihat perkembangan pembangunan menara. Hal itu dikarenakan pembangunan menara dilakukan dengan pembangunan struktur sehingga bisa dilakukan akselerasi dan dikerjakan dengan baik sesuai aturan dan target capaian.
"Yang jelas kami tetap untuk pengawasan dan kontrol di lapangan kami sudah bagi tim, kami sudah minta bantuan juga teman-teman APH (Aparat Penegak Hukum) jadi kami kontrol bersama. Kerja sama dari pihak ketiganya juga sangat penting untuk akselerasi, bisa cepat tepat waktu. Syukur-syukur bisa lebih cepat dari target," pungkasnya. (Rizki Mauludi)
Editor : Ahmad Sayuti
