Prof Arif Bocorkan Proyek Strategis 2026-2029 di Penghujung Jabatan Rektor IPB
Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB) Univerisity Prof Arif Satria membeberkan deretan proyek strategiss IPB University 2026-2029 dengan nominal Rp3 Triliun.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB) Univerisity Prof Arif Satria membeberkan deretan proyek strategiss IPB University 2026-2029 dengan nominal Rp3 Triliun.
Di akhir jabatan sebagai rektor IPB University, Prof Arif mengajak seluruh civitas menjaga modal tersbesar sebuah intitusi yakni integritas.
"Membangun integritas berarti membangun trust (kepercayaan-red). Kepercayaan antar-sesama menjadi tahap yang sangat kondusif untuk berbuat dan menjadi modal penting bagi kemajuan ekonomi bangsa. Trust ditambah kapabilitas minus agenda pribadi harus tetap dijaga. Semua harus dilakukan demi institusi. IPB harus menjadi yang utama," ungkap Prof Arif kepada wartawan pada Kamis 04 Desember 2025.
Prof Arif menyampaikan sejumlah capaian yang berhasil dicatat IPB University sejak ia mulai menjabat. Saat awal periode pertama dimulai, tahun 2017, peringkat IPB University berada di posisi 700 dunia. Kini, di tahun 2025, IPB University berhasil menembus peringkat 300 dunia.
"IPB University juga mencatatkan prestasi signifikan pada THE Interdisciplinary Science Rankings, yaitu peringkat 42 dunia dan tetap menjadi nomor satu di Indonesia," terang Prof Arif.
Prof Arif menjelaskan, untuk deretan proyek strategis IPB University tahun 2026–2029, dengan nilai mencapai hampir Rp3 triliun. Proyek tersebut meliputi pembangunan lapangan mini soccer dengan inovasi rumput IPB, laboratorium penyimpanan material genetik (biobank), gedung Common Class Room (CCR) Kampus Baranangsiang, asrama New Ekasari, Rice Innovation Center (RICE), laboratorium bengkel engineering.
"IPB University juga tengah merampungkan laboratorium Center of Excellence (CoE) Pangan dan Gizi Nasional untuk program Makan Bergizi Gratis/MBG), hingga penguatan ekosistem halal melalui Halal Science Center yang dibidik menjadi yang terbesar di Asia Tenggara," jelasnya.
Prof Arif mememberkan, tak hanya itu, sejumlah fasilitas akan dibangun diantaranya Food and Agribusiness Education Service berupa Gedung kuliah FEM–Fema, Student Dormitory (IPB Dramaga), International Dormitory (IPB Dramaga), dan Academic Building (IPB Sukabumi). Food Security and Nutrition, yang terdiri dari Climate Science and Diplomacy Hub, Data Science and Informatics Lab, Training Center (IPB Innovation Valley Jonggol dan Agribusiness Technology Park), CoE in Soil Health (Sukamantri), dan Marine Innovation Valley Pelabuhan Ratu.
"Kemudian Food Security and Nutrition, yang terdiri dari Engineering Educational Center, Laboratory of Center of Excellence MBG, Integrated Engineering Teaching Lab, Integrated Milk Processing Laboratory. Ada juga Health and Biosecurity, yang terdiri dari Bogor Agromaritime Health Research Institute, University Teaching Hospital type C (IPB Dramaga), dan Medical Homestay," jelasnya.
Ia juga menyampaikan, selain infrastruktur, penguatan fasilitas dan kesejahteraan sivitas turut menjadi fokus. IPB University berkomitmen meningkatkan jaminan kesehatan, pendidikan, serta bantuan pangan, termasuk menghadirkan kantin murah bagi pegawai pada awal tahun 2026.
"Di bidang tata kelola, berbagai peningkatan kinerja ada dana abadi kini mencapai Rp357 miliar dan ditargetkan menjadi Rp500 miliar tahun depan," tuturnya.
Prof Arif mengapresiasi para dosen yang hampir seluruhnya (99,9%) telah memenuhi Beban Kerja Dosen (BKD).
"Semua capaian ini adalah hasil semangat kolektif seluruh warga IPB. Semoga apa yang dikerjakan bersama ini menjadi amal saleh. Kita harus terus melangkah bersama untuk memberi manfaat. Semoga IPB selalu digdaya," pungkasnya.
Diketahui Prof Arif ditunjuk Presiden RI sebagai Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).***
Editor : JakaPermana
