Pemkot Tasikmalaya Kampanyekan Pangan B2SA Untuk Cegah Stunting

Pemkot Tasikmalaya menggelar lomba cipta menu B2SA berbasis umbi-umbian dan ikan nila untuk mendorong diversifikasi pangan lokal dan pencegahan stunting.

Pemkot Tasikmalaya Kampanyekan Pangan B2SA Untuk Cegah Stunting
Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan saat menghadiri lomba cipta menu berbasis umbi-umbian dan protein ikan nila, Selasa (13/10/2026). N Nurohman

INILAHKORAN.ID – Pemerintah Kota Tasikmalaya mendorong masyarakat membiasakan konsumsi pangan beragam, bergizi, seimbang, dan aman (B2SA) dengan memanfaatkan bahan pangan lokal. Upaya tersebut dilakukan melalui lomba cipta menu berbasis umbi-umbian dan protein ikan nila di Exhibition Hall Mayasari Plaza Tasikmalaya, Selasa (13/10/2026).

Kegiatan yang digelar dalam rangka Hari Jadi ke-25 Kota Tasikmalaya dan peringatan Hari Pangan Sedunia ke-46 tahun 2026 itu mengusung tema Pangan Lokal Nontepung: Kreasi Menu B2SA Berbasis Umbi dan Protein Ikan Nila.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Tasikmalaya, Ely Suminar, mengatakan lomba tersebut menjadi sarana edukasi untuk mengampanyekan pola konsumsi pangan yang lebih beragam, sekaligus mendukung upaya pencegahan stunting.

"Kita mengampanyekan dan menyampaikan kepada masyarakat Kota Tasikmalaya tentang pengelolaan makanan, terutama karena angka stunting di Kota Tasikmalaya masih tinggi," kata Ely di sela kegiatan.

Menurutnya, masyarakat perlu memahami bahwa sumber pangan tidak harus selalu berasal dari beras. Umbi-umbian dapat diolah menjadi alternatif sumber karbohidrat sekaligus dikreasikan menjadi hidangan bergizi bagi keluarga, khususnya anak-anak.

"Kita berharap masyarakat mengetahui bahwa pengelolaan makanan tidak hanya bergantung pada beras. Kita juga bisa mulai memanfaatkan umbi-umbian sebagai alternatif pangan," ujarnya.

Ely menambahkan, kegiatan tersebut melibatkan Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) serta Kelompok Wanita Tani (KWT). Keterlibatan kedua kelompok itu diharapkan dapat mendorong pemanfaatan bahan pangan lokal yang tersedia di Kota Tasikmalaya.

Ia juga menyoroti pentingnya pengetahuan orang tua, khususnya ibu, dalam menyiapkan makanan yang tepat bagi balita. Pemahaman tentang pengolahan dan pemberian makanan bergizi dinilai perlu terus ditingkatkan untuk mendukung pencegahan stunting.

Dalam perlombaan tersebut, panitia menyediakan trofi dan uang pembinaan bagi peserta yang meraih juara pertama, kedua, dan ketiga.

Sementara itu, Wali Kota Tasikmalaya Viman Alfarizi Ramadhan mengatakan lomba cipta menu B2SA bukan sekadar perlombaan, melainkan bagian dari upaya menyosialisasikan pola konsumsi pangan sehat kepada masyarakat.

"Hari ini, dari 25 rangkaian acara Hari Jadi Kota Tasikmalaya, ada lomba cipta menu B2SA," kata Viman.

Ia menjelaskan, diversifikasi pangan menjadi salah satu langkah untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendukung pencegahan stunting. Masyarakat didorong memanfaatkan berbagai sumber karbohidrat lokal, seperti singkong, talas, dan ketela, sebagai alternatif selain beras.

"Variasinya bisa menggunakan alternatif seperti singkong, talas, dan ketela atau umbi-umbian lainnya," ujarnya.

Selain umbi-umbian, Viman menekankan pentingnya pemanfaatan ikan nila sebagai sumber protein dalam menu keluarga. Menurutnya, potensi produksi ikan di Kota Tasikmalaya dapat dimanfaatkan untuk mendukung penyediaan makanan bergizi bagi masyarakat.

Keterlibatan kader PKK juga dinilai penting agar edukasi mengenai pangan bergizi dapat diterapkan mulai dari lingkungan keluarga.

"Ketahanan nasional berawal dari ketahanan keluarga," kata Viman.

Melalui kampanye B2SA tersebut, Pemkot Tasikmalaya berharap masyarakat semakin mengenal potensi pangan lokal dan mampu mengolahnya menjadi menu keluarga yang beragam, bergizi, seimbang, dan aman.


Editor : Ahmad Sayuti