Pemprov Jabar Jajaki Kerjasama Ekspor Kopi dan Kakao ke Filipina

Guna mendongkrak pertumbuhan ekonomi, Pemprov Jabar menjajaki potensi kerjasama ekspor kopi dan kakao ke Filipina.

Pemprov Jabar Jajaki Kerjasama Ekspor Kopi dan Kakao ke Filipina
Guna mendongkrak pertumbuhan ekonomi, Pemprov Jabar menjajaki potensi kerjasama ekspor kopi dan kakao ke Filipina. (Antara Foto)

INILAHKORAN, Bandung - Guna mendongkrak pertumbuhan ekonomi, Pemprov Jabar menjajaki potensi kerjasama ekspor kopi dan kakao ke Filipina.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jabar Noneng Komara Nengsih mengatakan, penjajakan ekspor kopi dan kakao tersebut dilakukan dengan membawa calon pembeli dari Filipina untuk meninjau langsung ke perkebunan kopi dan kakao di kawasan Bandung Selatan.

"Kali ini ada 60 calon buyer, mudah-mudahan meningkat, karena selama ini Filipina menjadi mitra ekspor kita yang cukup besar. Mudah-mudahan dengan peluang ekspor kopi ini, ekspor dari komoditas pertanian ini meningkat karena kan selama ini 90 persennya dari manufaktur sedangkan produk pertanian untuk minuman, baru teh," ujar Noneng di Gedung Sate, Kota Bandung, Selasa 9 Juli 2024.

Noneng melanjutkan, saat ini di Jabar mengekspor berbagai jenis produk mulai dari industri olahan, pertanian, sampai migas dan salah satu komoditas potensial ekspor Jabar adalah kopi dan kakao baik berupa biji, maupun produk olahannya.

Dimana dari Januari hingga April 2024, produk kopi Jabar senilai 782 ribu USD sudah diekspor ke berbagai negara seperti Thailand, Malaysia dan Amerika Serikat. Nilai tersebut meningkat 11,6 persen dari 2023. Sedangkan produk kakao, sudah diekspor ke berbagai negara, meningkat 59 persen dari 2023, terutama ke India, Australia dan Rusia.

Sementara Dubes RI untuk Filipina Agus Widjojo menerangkan, penjajakan kerjasama ini menjadi penanda kuatnya hubungan kedua negara, termasuk di sektor perdagangan.

"Ini jadi potensi kolaborasi yang saling menguntungkan. Saya yakin akan ada banyak peluang bagi pengusaha kopi dan kakao Indonesia dan Filipina untuk bekerja sama, kita dapat berbagi pengetahuan dan keahlian," ucapnya.

Dia berharap, penjajakan ini dapat menjadi momentum memperkuat hubungan kedua negara di sektor perdagangan. Dia pun memastikan, pihaknya akan selalu siap memfasilitasi Jabar untuk masuk ke Filipina. Bukan hanya kopi dan kakao, tetapi juga pariwisata dan budaya.

"Kami melihat dan mengharapkan, ini dapat mengembangkan rantai pasokan yang lebih kuat dan bersama-sama memasarkan produk kita ke pasar global. Kemitraan ini tidak hanya memberikan manfaat bagi para pengusaha, namun juga mempererat hubungan bilateral antara Indonesia dan Filipina," pungkasnya. (Yuliantono)


Editor : Bsafaat