Pengakuan Dirut BUMD KBB yang Lakukan Aksi Penipuan, DRF: Gak ada Modal dari Pemda Saya Sama Tim Inisiatif
Tak tanggung-tanggung, Deden Robby Firman yang juga menjabat Dirut PT. Perdana Multiguna Sarana ini melakukan penipuan hingga ratusan, bahkan miliaran rupiah dari dua kasus yang dilakukannya.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Cimahi - Dengan dalih belum adanya modal dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bandung Barat untuk menjalankan roda perusahaan, Direktur Utama (Dirut) BUMD Kabupaten Bandung Barat (KBB) Deden Robby Firman Abadi nekat melakukan aksi penipuan.
Tak tanggung-tanggung, Deden Robby Firman yang juga menjabat Dirut PT. Perdana Multiguna Sarana ini melakukan penipuan hingga ratusan, bahkan miliaran rupiah dari dua kasus yang dilakukannya.
Pada kasus pertama, Deden Robby Firman melakukan penipuan cek kosong berupa pemesanan 15 ribu kilogram atau setara 15 ton ayam beku senilai Rp659.970.000.
Namun dari hasil penyelidikan yang dilakukan jajaran Satreskrim Polres Cimahi, PT yang disebut-sebut tersangka dikirim ayam beku tersebut mengaku tak pernah mendapatkan kiriman tersebut.
Sementara untuk kasus kedua, jajaran Satreskrim Polres Cimahi juga menerima laporan dengan modus dan terlapor yang sama, serta nilai fantastis yakni sebesar Rp1,8 miliar.
"Dari dua laporan yang kita terima ada dua target pemeriksaan yang dikonsentrasikan yakni kemana aliran uangnya," kata Kasat Reskrim Polres Cimahi AKP Dimas Charis Suryo Nugroho, Sabtu 14 Juni 2025.
"Kita sedang analisa karena berhubungan dengan transaksi keuangan dan lain sebagainya," ujarnya.
Kemudian, sambung Dimas, dikemanakan ayam beku yang dipesan tersangka dengan jumlah yang cukup banyak, yakni 15 ribu kilogram atau 15 ton.
"Kita ingin tahu, tapi dari pengakuan tersangka yang bersangkutan menyerahkan ayam-ayam itu ke salah satu PT. Tapi, dari hasil penyelidikan ke TKP mereka mengaku tidak pernah mendapat kiriman," ujarnya.
Tersangka DRF alias Deden Robby Firman mengaku melakukan aksi penipuan tersebut secara inisiatif bersama beberapa orang lainnya lantaran tidak mendapatkan modal dari Pemkab Bandung Barat.
"Karena gak ada modal dari pemda, jadi saya berinisiatif," kata Deden.
Deden menyebut, belasan ton ayam beku itu sengaja dipesan dirinya untuk dijual kembali. Namun, hingga kini belum ada pembayaran dari pemesan.
"Ayamnya dijual kembali tapi belum ada pembayaran," ucap tersangka yang diangkat Dirut BUMD KBB pada tahum 2023 ini.
Deden menuturkan, awal mula kejadian penipuan ini ketika mendapatkan kontrak dari salah satu perusahaan untuk pengadaan ayam.
"Terus terang karena sampai saat ini BUMD belum ada modal sendiri, saya dengan tim berinisiatif mencari suplier yang bisa mensupport pengadaan ayam tersebut," tuturnya.
Namun, Deden mengakui kesalahan dirinya, yakni menerbitkan cek yang memang dananya belum tersedia.
"Iya inisiatif dengan tim. Saya menyesal dan minta maaf kepada korban," ujarnya.*** (agus satia negara)
Editor : Firda Rachmawati
