Pergerakan Tanah di Sumedang Ancam Puluhan Rumah dan Akibatkan Penyangga Jembatan Cisumdawu Bergeser

Pergerakan tanah yang terjadi di wilayah Sumedang, Jawa Barat, kini memicu kekhawatiran lebih luas, tak hanya terhadap infrastruktur Tol Cisumdawu, tetapi juga terhadap keselamatan warga yang bermukim di sekitar area terdampak. 

Pergerakan Tanah di Sumedang Ancam Puluhan Rumah dan Akibatkan Penyangga Jembatan Cisumdawu Bergeser

INILAHKORAN - pergerakan tanah yang terjadi di wilayah Sumedang, Jawa Barat, kini memicu kekhawatiran lebih luas, tak hanya terhadap infrastruktur Tol Cisumdawu, tetapi juga terhadap keselamatan warga yang bermukim di sekitar area terdampak. 

Berdasarkan laporan Polres Sumedang, insiden yang terjadi pada Sabtu (17/5) pukul 10.00 WIB menyebabkan sejumlah kerusakan parah, termasuk pergeseran tiang penyangga jembatan dan amblasnya badan jalan.

Salah satu titik paling terdampak berada di Km 204, tepatnya di Jembatan Cikadongdong, Blok Cacaban, Kecamatan Conggeang. Kapolres Sumedang AKBP Joko Dwi Harsono menjelaskan bahwa penyangga jembatan di lokasi tersebut bergeser signifikan, dan perbaikannya diperkirakan memakan waktu hingga satu tahun.

Namun, dampak yang lebih mengkhawatirkan terjadi di Km 177, Blok Binong–Bojongtotor, Desa Sirnamulya, Sumedang Utara. Di wilayah itu, pergerakan tanah menyebabkan longsor besar dengan mahkota longsoran sepanjang 170 meter dan tinggi mencapai 300 meter, yang membuat permukaan tol amblas hingga 50 sentimeter.

“Kerusakan ini berdampak langsung pada pemukiman warga. Sekitar 60 rumah di Dusun Bojongtotor kini berada dalam kondisi rawan,” ungkap Joko dalam laporannya kepada Kapolda Jawa Barat.

Kerusakan di tol juga mencakup retaknya pembatas jalan dan pengalihan arus kendaraan dari jalur cepat ke jalur lambat. Situasi tersebut telah dikonfirmasi oleh PT Citra Karya Jabar Tol (CKJT), selaku pengelola Tol Cisumdawu. Saat ini, pengamanan dan pengalihan lalu lintas telah diberlakukan untuk mencegah potensi kecelakaan.

“Jika aktivitas pergerakan tanah tidak segera teratasi, jalur arah Majalengka bisa ditutup sepenuhnya dan kendaraan dialihkan ke Gerbang Tol Sumedang atau Pamulihan,” tambahnya.

Dalam waktu dekat, pengecekan lanjutan akan dilakukan oleh pihak direksi PT CKJT bersama ahli geoteknik Prof Paulus guna merumuskan penanganan teknis dan mitigasi risiko lanjutan.

“Keselamatan warga menjadi prioritas utama. Kami terus berkoordinasi lintas pihak agar situasi dapat dikendalikan dan dampak tidak makin meluas,” tegas Joko.


Editor : Firda Rachmawati