Peringatan Tsunami Usai Gempa M 7,6 Dicabut, Aktivitas Warga Maluku Utara Mulai Pulih

Situasi di Maluku Utara berangsur normal setelah peringatan dini tsunami yang sempat dikeluarkan pascagempa kuat resmi dihentikan.

Peringatan Tsunami Usai Gempa M 7,6 Dicabut, Aktivitas Warga Maluku Utara Mulai Pulih
Peringatan Tsunami Usai Gempa M 7,6 Dicabut, Aktivitas Warga Maluku Utara Mulai Pulih

INILAHKORAN.ID - Situasi di Maluku Utara berangsur normal setelah peringatan dini tsunami yang sempat dikeluarkan pascagempa kuat resmi dihentikan. Kepastian ini disampaikan oleh BMKG usai melakukan analisis dan pemantauan intensif terhadap potensi gelombang laut.

Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, mengungkapkan rasa syukur atas berakhirnya status siaga tersebut. Ia mengimbau masyarakat untuk kembali menjalankan aktivitas secara bertahap dengan tetap mengutamakan keselamatan.

“Peringatan tsunami sudah berakhir, masyarakat bisa kembali beraktivitas secara perlahan namun tetap waspada,” ujarnya. 

Sebelumnya, gempa berkekuatan magnitudo 7,6 mengguncang wilayah laut sekitar 129 kilometer tenggara Bitung pada Kamis pagi. Getarannya terasa hingga sejumlah daerah di Maluku Utara seperti Tidore Kepulauan dan Halmahera Barat, memicu kepanikan terutama di kawasan pesisir.

Warga yang berada di wilayah terdampak sempat melakukan evakuasi mandiri ke daerah yang lebih tinggi sebagai langkah antisipasi. Pemerintah daerah bersama aparat terkait juga bergerak cepat dengan mengaktifkan respons darurat serta memastikan jalur evakuasi aman digunakan.

Setelah dilakukan evaluasi menyeluruh, BMKG memastikan potensi tsunami telah mereda dan tidak lagi mengancam. Dengan dicabutnya peringatan ini, warga yang sempat mengungsi kini diperbolehkan kembali ke rumah masing-masing.

Meski kondisi mulai kondusif, BMKG tetap mengingatkan masyarakat agar tidak lengah. Potensi gempa susulan masih bisa terjadi, sehingga kewaspadaan, khususnya bagi warga di daerah pesisir dan rawan bencana, tetap perlu ditingkatkan.


Editor : Firda Rachmawati