Data Disdukcapil Sebut Laju Pertumbuhan Penduduk di Kota Cimahi Melambat
Kota Cimahi terus menunjukkan pertumbuhan penduduk setiap tahunnya, namun laju pertambahannya mulai melambat drastis.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID – Kota Cimahi terus menunjukkan pertumbuhan penduduk setiap tahunnya, namun laju pertambahannya mulai melambat drastis.
Berdasarkan data Kependudukan Bersih (DKB) Semester II dari Kementerian Dalam Negeri, jumlah penduduk Cimahi tercatat 575.519 jiwa pada tahun 2023, kemudian meningkat menjadi 581.994 jiwa pada tahun 2024, dan kembali naik menjadi 584.820 jiwa pada tahun 2025.
Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Cimahi, Tri Lospala Candra, perlambatan ini sangat signifikan.
"Dari tahun 2023 ke 2024, terjadi penambahan sekitar 6.475 jiwa, dengan laju pertumbuhan 1,13 persen," kata Tri, Kamis (2/4/2026).
"Namun, dari tahun 2024 ke 2025, penambahan hanya sekitar 2.826 jiwa, dengan laju pertumbuhan yang melambat drastis menjadi 0,49 persen," ungkapnya.
Tri menjelaskan, kondisi ini mengindikasikan Cimahi mulai memasuki fase kota urban yang matang, di mana ketersediaan lahan dan ruang semakin terbatas akibat tingginya kepadatan penduduk.
"Fakta ini diperkuat dengan data migrasi bruto selama tiga tahun terakhir yang secara konsisten menunjukkan angka negatif," jelasnya.
data migrasi bruto memperlihatkan bahwa jumlah penduduk yang keluar dari Cimahi lebih banyak daripada yang masuk. Pada tahun 2023, tercatat 6.239 jiwa masuk ke Cimahi, namun 6.530 jiwa keluar.
Tren serupa berlanjut pada tahun 2024, dengan 6.042 jiwa datang berbanding 6.553 jiwa yang pergi. Di tahun 2025, angka tersebut kembali menunjukkan ketidakseimbangan, yaitu 5.130 jiwa masuk dan 6.396 jiwa keluar.
"Fenomena ini mengindikasikan bahwa banyak warga yang memilih untuk pindah ke daerah penyangga di sekitar Cimahi yang dinilai lebih luas dan terjangkau," jelas Tri.
Selain penduduk yang resmi pindah domisili, Tri juga menyoroti keberadaan kelompok penduduk non-permanen. Mereka merupakan warga yang telah tinggal di Cimahi lebih dari satu tahun, namun belum memindahkan administrasi kependudukannya.
data menunjukkan fluktuasi pada kelompok ini, dari 1.902 jiwa pada tahun 2023, turun drastis menjadi 477 jiwa pada tahun 2024, dan sedikit meningkat menjadi 481 jiwa pada tahun 2025.
"Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah daerah dalam memastikan akurasi data kependudukan serta perencanaan pembangunan yang tepat sasaran di Kota Cimahi," tandasnya. ***
Editor : JakaPermana

