BRI Liga 1 2021-2022 Berdampak Kenaikan Omset The Original Viking Fanshop

Gelaran BRI Liga 1 2021-2022 berdampak positif meski baru berjalan selama tiga bulan. Paling tidak, telah membantu roda ekonomi di industri

BRI Liga 1 2021-2022 Berdampak Kenaikan Omset The Original Viking Fanshop
istimewa
INILAHKORAN, Bandung - Gelaran BRI Liga 1 2021-2022 berdampak positif meski baru berjalan selama tiga bulan. Paling tidak, telah membantu roda ekonomi di industri sepak bola kembali bergerak. 
 
Dampak positif tersebut pada umumnya dirasakan oleh para pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) yang menjual atribut sepak bola. The Original Viking Fanshop yang berada di Jalan Bengawan, Kota Bandung, misalnya, mencatat kenaikan penjualan sebesar 30 hingga 50 persen. 
 
"Saya sangat berterima kasih kepada BRI Liga 1 karena kompetisi bisa berjalan lagi. Sebelumnya, kami hampir tidak berkutik selama pandemi melanda. Berbagai upaya kami lakukan agar dapat bertahan. Sekarang penjualan sudah mulai membaik dan kami bisa menghidupi karyawan yang berjumlah sekitar 20 orang. Kami juga produksi sendiri, jadi secara ekonomi cukup berdampak ke banyak warga lokal," ungkap Manajer The Original Viking Fanshop, Hendri.
 
Hendri menjelaskan, The Original Viking Fanshop merupakan salah satu UMKM yang berdiri pada 2006 atas inisiatif dari beberapa anggota Viking, pendukung klub sepak bola Persib Bandung. Pada awalnya, The Original Viking Fanshop berfokus memproduksi baju-baju distro yang bisa digunakan para penggemar Persib Bandung dalam berbagai acara selain pertandingan. 
 
Memasuki tahun ke-15, The Original Viking Fanshop diharapkan terus berkembang menjadi salah satu simbol pemersatu penggemar klub berjuluk Maung Bandung tersebut.
 
Kendati penjualan sudah membaik, pihak The Original Viking Fanshop meyakini potensi penjualan dan pendapatan akan terus meningkat mencapai atau melebihi angka pra-pandemi. Hendri juga berharap penonton dapat segera kembali ke stadion pada 2022 nanti.
 
"Saya melihat antusiasme dari masyarakat sudah cukup baik, seperti tercermin dari penjualan di toko kami. Namun, jika bisa kembali (menonton di stadion), walau hanya 30 persen kapasitas stadion, itu sudah cukup," katanya. 
 
Asa kembali ke stadion turut dikaryakan secara nyata oleh komunitas penggemar. Bahkan, mereka secara swadaya melakukan beberapa inisiatif untuk membantu percepatan vaksinasi di lingkungan.
 
"Kami dari suporter juga banyak melakukan kegiatan sosial, seperti mendistribusikan vitamin dan sembako ke berbagai wilayah di Jawa Barat. Kami juga ikut bekerja sama dengan manajemen Persib untuk mengorganisasikan kegiatan vaksinasi di beberapa daerah. Harapannya, semakin banyak yang divaksin dan pandemi segera berakhir," katanya.(Muhammad Ginanjar)
 


Editor : inilahkoran