Robert Alberts Ungkap Momen Sulit Saat Terancam Dipecat, Kini Bawa Persib Tak Terkalahkan!

Sempat terancam dipecat, Robert Alberts kini sukses membawa Persib tak terkalahkan di ajang BRI Liga 1 2021.

Robert Alberts Ungkap Momen Sulit Saat Terancam Dipecat, Kini Bawa Persib Tak Terkalahkan!
Robert Alberts berhasil menorehkan rekor lima kemenangan beruntun usai duel Persela vs Persib berakhir 1-3 untuk kemenangan Maung Bandung.

INILAHKORAN, Bandung- Sepak bola adalah rencana. Itulah ungkapan Robert Alberts usai membawa Persib Bandung ke puncak klasemen BRI Liga 1 2021. Dia mengingat momen-momen saat masa sulit yang membuatnya terancam dipecat.

Persib Bandung menyapu bersih lima laga di seri kedua BRI Liga 1 usai menaklukkan Persela Lamongan. Mereka kini di puncak klasemen sementara, unggul selisih gol dan head to head dari Bhayangkara FC yang masih punya tabungan satu laga.

Duel Persela vs Persib berlangsung di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Kamis 4 November 2021. Persib menang 3-1 berkat gol-gol Geoffrey Castillion, Erwin Ramdani, dan Mohammed Rashid.

Baca Juga: JUARAKEUN! Persib Tak Terkalahkan Sapu Bersih Lima Laga Seri Kedua BRI Liga 1

Kemenangan ini jadi yang kelima secara beruntun bagi Persib setelah sebelumnya menaklukkan Bhayangkara FC, PSS Sleman, PSIS Semarang, dan Persipura Jayapura. Pelatih Robert Alberts pun lega dengan pencapaian ini mengingat betapa sulitnya dia membangun performa Maung Bandung di awal kompetisi.

Persib memang sempat jadi bulan-bulanan kekecewaan para bobotoh pada seri pertama BRI Liga 1 lalu. Maung Bandung hanya menang dua kali dengan empat laga lainnya berakhir imbang.

Bersamaan dengan rentetan hasil buruk, itu performa para penyerang mandul. Geoffrey Castillion dan Wander Luiz puasa gol dalam lima laga awal yang dilakoni Persib.

Baca Juga: Persela vs Persib: Rashid 'Jaipongan Deui',  Bawa Maung Bandung Unggul 3-1

Pada saat itu, Robert Alberts sendiri memang tak yakin Persib bisa tampil konsisten. Beberapa faktor jadi alasannya. Mulai dari panjangnya libur kometisi yang berlangsung selama 1,5 tahun, hingga pendeknya persiapan tim.

Saat itu, Persib hanya punya waktu berlatih bersama selama dua pekan. Itu pun dengan kondisi minim mengingat banyak pemain yang terlambat bergabung. Belum lagi, Persib kesulitan mencari tempat latihan resmi menyusul Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di masa pandemi Covid-19.

"Ketika kami mendengar kabar Liga akan dimulai lagi, itu masih di masa PPKM dan kami saat itu tidak mempunyai lapangan untuk latihan. Persib tidak bisa berlatih, sedangkan beberapa tim lainnya mempunyai kesempatan untuk melakukan persiapannya. Mungkin kami baru mulai berlatih bersama dua pekan sebelum musim dimulai. Dan jika tidak bermain di ajang kompetitif selama 1,5 tahun, waktu persiapan dua pekan tentu saja tidak cukup untuk memainkan Liga," kata Robert usai laga Persela vs Persib.

Baca Juga: Persela vs Persib Saling Berbalas Gol, Lesakan Erwin Ramdani Langsung Dibalas Malik Risaldi

Benar saja, performa Persib angin-anginan. Usai menang melawan Barito Putra dan Persita Tangerang, Persib dipaksa menerima hasil imbang pada empat laga beruntun berikutnya. Dimulai ketika menghadapi Bali Uited (2-2), Borneo FC (0-0), Tira Persikabo (0-0) dan PSM Makassar (1-1).

Situasi pun menjadi rumit. Bahkan, desakan kepada manajemen Persib untuk segera memecat Robert Alberts mulai muncul. Untungnya, manajemen ataupun Robert Alberts tetap bergeming karena yakin penampilan Persib akan membaik pada seri kedua.

"Ada beberapa pemain baru masuk ke dalam tim, yang mana belum bermain bersama satu sama lain, ditambah dalam format bubble yang tidak memainkan laga home and away," ucapnya.

Baca Juga: Persela vs Persib Sedang Berlangsung! Castillion Bawa Maung Bandung Unggul, Cek Link Live Streamingnya Ini

Pelatih asal Belanda ini mengaku sempat memberi pernyataan berulang kali bahwa enam laga di awal kompetisi, dianggapnya sebagai pramusim. Terlebih, dua striker asingnya belum siap sepenuhnya menghadapi pertandingan.

"Karena cedera dialami striker asal Brasil kami (Wander Luiz) di Piala Menpora dan lama tidak berlatih. Lalu striker asal Belanda (Geoffrey Castillion) menyusul tiba dari Belanda karena ada keperluan pribadi. Jadi kami melakukan persiapan tanpa striker yang sesungguhnya," tuturnya.

Karena itu, Robert memastikan enam laga awal di BRI Liga 1 2021-2022 hanya dijadikannya sebagai ajang untuk membentuk pondasi di dalam tim untuk kembali solid. Sehingga, dia bisa memastikan timnya bisa jauh lebih siap dalam menghadapi seri selanjutnya.***


Editor : inilahkoran