Awal Tahun Pemkab Cirebon Bentuk Formasi Baru

Menjelang akhir tahun 2021, Pemkab Cirebon melakukan rotasi dan mutasi besar- besaran. Rotasi mutasi dilakukan untuk Dinas Kesehatan, DPKPP

Awal Tahun Pemkab Cirebon Bentuk Formasi Baru
Pemkab Cirebon melakukan rotasi dan mutasi pejabat besar- besaran
INILAHKORAN- Menjelang akhir tahun 2021, Pemkab Cirebon melakukan rotasi dan mutasi besar- besaran. Rotasi mutasi dilakukan untuk Dinas Kesehatan, DPKPP, BPBD, Rs. Waled, Diskominfo dan staf ahli bidang hukum politik.
 
Mereka yang terkena rotasi mutasi adalah hasil Open bidding beberapa waktu lalu. Sementara untuk Disduk Capil masih menunggu keputusan Kemendagri, terkait siapa Kadis yang akan dipilih.
 
Awalnya, mutasi dan rotasi yang digelar, Jumat (31/2/2021) malam itu, sejak siang masih simpang siur. Kabar mutasi yang mulai santer terdengar sejak pagi, menjelang siang, ternyata belum ada tanda-tanda digelar.
 
 
Bahkan, sampai pukul 15.00 WIab, undangan pelantikan masih belum disebar. Pasalnya, selain mengisi kekosongan pejabat eselon II,  juga otomatis mengisi kekosongan eselon III dan IV.
 
Baru sekitar pukul 16.00 WIB, pihak BKPSDM memberi kepastian, mutasi digelar via zoom. Namun untuk pejabat yang akan mengisi Kepala Dinas, digelar secara langsung di Pendopo Bupati.
 
Karuan saja, jadwal tersebut membuat resah ratusan ASN yang berharap naik jabatan atau pindah SKPD. 
 
 
"Awalnya saya panik. Soalnya persiapan tidak ada, baju buat pelantikanpun tidak bawa. Sukur via zoom jadi saya tetap stanby di kantor," kata salah seorang ASN yang mengaku bisa dilantik dan naik jabatan.
 
Tercatat, mutasi Untuk posisi Staf Ahli bidang politik dan hukum Pemkab Cirebon diisi oleh
Bambang Sudaryanto yang sebelumnya menduduki jabatan Kabag Hukum.
 
Sementara Jabatan Kepala BPBD diisi Alex Suheriyawan  yang sebelumnya menjabat Sekdis DPPKBP3A dan Plt Kalak BPBD.
 
 
Untuk posisi Kepala Diskominfo diisi oleh Nanan Abdul Manan yang sebelumnya menjabat Kabag Prokompin Setda Kabupaten Cirebon.
 
Untuk jabatan Kepala Dinas Kesehatan diisi oleh  dr Neneng Khasanah. Neneng sebelumnya menjabat sebagai Wadir RSUD Waled dan Plt Direktur RSUD Waled. Posisi Direktur RSUD Waled sendiri diisi oleh dr Lutfi dan posisi Kepala DPKPP diisi oleh Adil Prayitno.
 
"Kita sudah jalankan proses open bidding dan ujikom. Hasil ini mudah mudahan bisa memperbaiki birokrasi yang ada di Pemkab Cirebon. Siapapun ASN Kabupaten Cirebon yang punya prestasi dan punya kecakapan dibidangnya, pasti bisa bersaing secara sehat menduduki salah satu jabatan," kata Bupati Cirebon, Imron usai mutasi.
 
Menurut Bupati, untuk tahun 2022, BKPSDM pun masih mewacanakan untuk melaksanakan open bidding untuk 7 jabatan yang kosong.
 
 
Hal itu karena ditinggal pensiun oleh pejabat yang saat ini masih menjabat. Jabatan tersebut diantaranya  Kadisdik, Asisten II, Disnaker, Staf ahli Bipati, Kepala DPMPTSP, Staf Ahli Bupati, Kepala Bappenda.
 
Namun, ada hal menarik dari mutasi rotasi tersebut. Jabatan Sekdis PUTR menjadi sorotan berbagai pihak. Pasalnya, informasi yang berkembang menyebutkan, Kadis PUTR Iwan Rizki, sudah mempunyai jagoan, yaitu Kabid Bagunan Gedung DPUTR, Rizal. 
 
Sebelum ujikom dilakukan, kabarnya Iwan Rizki melakukan lobi mati matian, supaya Rizal di acc menjadi Sekdis DPUTR.
 
Namun setelah ujikom dilakukan, lobi tersebut sia sia. Terbukti, Adang Suryana yang sama sekali namanya tidak diperhitungkan, menjadi Sekdis DPUTR. Adang sendiri, sebelumnya menjabat sebagai Kabag Pembangunan. (maman suharman)***


Editor : inilahkoran