Pertama Kali Digunakan, Robotik 3D Bantu Operasi Kanker Usus di RS Inggris

Rumah Sakit Cumberland Infirmary di Carlisle Inggris untuk pertama kalinya mulai memanfaatkan teknologi bedah robotik 3D untuk pasien kanker usus dan operasi pe

Pertama Kali Digunakan, Robotik 3D Bantu Operasi Kanker Usus di RS Inggris
Chris Rao telah menggunakan teknologi bedah robotik 3D untuk operasi di Cumberland Infirmary. BBC

INILAHKORAN.ID - Rumah Sakit Cumberland Infirmary di Carlisle, Inggris, untuk pertama kalinya mulai memanfaatkan teknologi bedah robotik tiga dimensi (3D) untuk menangani pasien kanker usus dan operasi perut ringan.

Dilansir dari BBC, sejauh ini sekitar 17 pasien telah sukses menjalani tindakan medis menggunakan sistem robotik da Vinci Xi. Teknologi canggih ini memungkinkan dokter bertindak dengan presisi lebih tinggi, meminimalkan rasa nyeri, serta mempercepat proses pemulihan pasien.

Pengelola rumah sakit, North Cumbria Integrated Care NHS Foundation Trust, menyatakan adopsi teknologi bedah robotik ini diharapkan dapat meningkatkan mutu layanan kesehatan secara signifikan.

Dokter spesialis bedah kolorektal, Chris Rao, mengungkapkan bahwa pihak rumah sakit menargetkan sekitar 90 persen prosedur operasi laparoskopi atau bedah lubang kunci kelak dapat dilakukan dengan bantuan robotik.

Meski teknologi da Vinci Xi telah dimanfaatkan di berbagai rumah sakit di Inggris selama lebih dari satu dekade, Cumberland Infirmary baru saja menerapkannya secara resmi. Ke depan, pengelola juga berencana menghadirkan sistem serupa di West Cumberland Hospital, Whitehaven.

"Masyarakat Cumbria berhak mendapatkan standar layanan kesehatan yang setara dengan daerah-daerah lain di Inggris," ujar Rao.

Manfaat teknologi ini dirasakan langsung oleh salah satu pasien, Lee Ellis (43). Ia mengaku proses pemulihannya berlangsung sangat cepat setelah menjalani operasi pengangkatan kantong empedu berbasis robotik

Menurut Ellis, bekas luka operasinya pun jauh lebih kecil dan rapi dibandingkan prosedur bedah konvensional yang pernah ia jalani sebelumnya.

Rao menambahkan, bedah robotik telah terbukti secara klinis mampu meningkatkan keberhasilan pengobatan pada kasus-kasus kanker. Pada bidang bedah kolorektal, teknologi ini menekan risiko komplikasi dan memungkinkan pasien pulang satu hingga dua hari lebih awal dari rumah sakit.

Efisiensi tersebut juga membantu tim medis menangani jumlah tindakan operasi yang lebih banyak dalam sehari.


Editor : Ahmad Sayuti