Pesawat Disuruh Putar Balik Karena Pilot WNI, Indonesia Sebut Israel Lakukan Diskrimi

Indonesia sebut Israel lakukan diskriminasi usai pesawat Ethiopian Airlines disuruh putar balik karena pilot WNI.

Pesawat Disuruh Putar Balik Karena Pilot WNI, Indonesia Sebut Israel Lakukan Diskrimi
Pesawat Ethiopian Airlines.

INILAHKORAN, Bandung - Baru-baru ini Isarel kembali jadi perbincangan usai meminta pesawat Ethiopian Airlines putar balik karena pilotnya merupakan warga negara Indonesia (WNI).

Indonesia menyebut langkah rezim zionis Israel meminta penerbangan maskapai Ethiopian Airlines ke Tel Aviv putar balik karena adanya pilot WNI ini sebagai tindakan diskriminasi dalam kegiatan penerbangan internasional.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI Yvonne Mewengkang, pihaknya bersama Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Addis Ababa terus memantau intensif kasus penerbangan Ethiopian Airlines yang melibatkan pilot WNI tersebut.

“Indonesia mencatat Israel membatasi awak pesawat dari negara tertentu, termasuk Indonesia, hanya berdasarkan faktor kewarganegaraan," kata Yvonne Mewengkang. 

"Praktik ini bertentangan dengan prinsip non-diskriminasi dan semangat fasilitasi penerbangan internasional,” tutur Yvonne Mewengkang.

Yvonne mengungkapkan bahwa menurut informasi dari Ethiopian Airlines, pilot WNI pada penerbangan rute Addis Ababa-Tel Aviv tersebut telah dialihkan ke rute penerbangan lain.

Pihak maskapai memandang tidak terdapat gangguan berarti terhadap aktivitas penerbangan meski dengan insiden putar balik pesawat yang sempat terjadi itu, kata Jubir Kemlu RI.

Indonesia mengakui kewenangan setiap otoritas penerbangan menetapkan standar keamanan, termasuk terhadap awak pesawat.

Sementara itu, KBRI Addis Ababa terus berkomunikasi dengan Ethiopian Airlines untuk memastikan pemenuhan hak-hak sang pilot WNI sebagai pekerja di maskapai tersebut, serta agar tidak ada lagi tindakan diskriminatif lanjutan.

Yvonne mengatakan bahwa dalam penjelasannya, Ethiopian Airlines mengaku peristiwa tersebut terjadi karena kurangnya koordinasi internal. 

Atas penjelasan tersebut, KBRI Addis Ababa mendorong maskapai untuk melakukan evaluasi menyeluruh guna mencegah terulangnya kembali kejadian serupa di masa depan.

Mengingat Indonesia tidak memiliki hubungan dengan Israel, dia memastikan pemerintah Indonesia akan terus mengupayakan semua jalur komunikasi yang memungkinkan, termasuk di Ethiopia, dalam rangka melindungi pilot WNI dimaksud.***


Editor : Irma Nurfajri