Lima Warga Palestina Tewas dalam Sehari, Total Korban Gaza Capai 74.250
Kementerian Kesehatan Gaza melaporkan lima warga Palestina tewas dan 11 terluka dalam 24 jam. Total korban tewas sejak 2023 mencapai 74.250 orang.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID - Lima warga Palestina dilaporkan tewas dan 11 lainnya terluka di Jalur Gaza dalam 24 jam terakhir. Dengan tambahan tersebut, jumlah korban tewas sejak 7 Oktober 2023 dilaporkan mencapai 74.250 orang, sementara korban luka mencapai 175.278 orang.
Data tersebut disampaikan Kementerian Kesehatan Gaza dalam laporan tertanggal 7 Oktober 2026, menjelang tiga tahun sejak pecahnya perang pada Oktober 2023. Menurut laporan itu, rumah sakit di Jalur Gaza menerima lima korban tewas, termasuk satu orang yang meninggal akibat luka sebelumnya, serta 11 korban luka dalam 24 jam terakhir.
"Dalam 24 jam terakhir, jasad empat korban tewas dan satu lainnya yang meninggal akibat terluka dibawa ke rumah sakit di Jalur Gaza. Selain itu, 11 orang yang terluka juga mencari pertolongan medis ke rumah sakit," demikian pernyataan Kementerian Kesehatan Gaza.
Korban Terus Bertambah di Tengah gencatan senjata
Kementerian Kesehatan Gaza mencatat total korban tewas sejak awal konflik pada Oktober 2023 telah mencapai 74.250 orang. Sementara itu, jumlah korban luka tercatat 175.278 orang.
Untuk periode sejak gencatan senjata yang mulai berlaku pada Oktober 2025, Kemenkes Gaza melaporkan 1.467 orang tewas dan 5.161 lainnya terluka. Sebanyak 836 jenazah juga disebut telah ditemukan dari reruntuhan.
Meski gencatan senjata diberlakukan, laporan mengenai serangan dan korban jiwa masih terus muncul. Reuters, misalnya, melaporkan sedikitnya lima warga Palestina tewas dalam serangan udara di Kota Gaza pada awal Oktober, sementara Israel menyatakan serangan tersebut menargetkan seorang tokoh Hamas.
konflik Gaza Memasuki Tahun Ketiga
Konflik kembali berkobar pada 7 Oktober 2023 setelah Hamas melancarkan serangan ke wilayah Israel. Israel kemudian melakukan serangan udara dan operasi darat di Jalur Gaza yang menyebabkan kehancuran luas.
Memasuki tiga tahun sejak pecahnya konflik, kondisi kemanusiaan di Gaza masih menghadapi tekanan berat. Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) melaporkan bahwa situasi kesehatan di Gaza tetap kritis, dengan penyakit menular masih meluas di tengah kepadatan tempat pengungsian, keterbatasan air bersih dan sanitasi, serta kekurangan pasokan medis dan bahan bakar.
PBB juga menyebut upaya bantuan kemanusiaan masih menghadapi kendala pendanaan, keamanan, serta pembatasan akses terhadap sejumlah barang dan peralatan penting.
Kondisi Kemanusiaan Gaza Masih Memprihatinkan
Menjelang musim hujan, kebutuhan kemanusiaan di Gaza semakin kompleks. OCHA menyebut lebih dari 400 lokasi pengungsian telah dinilai terkait risiko banjir, dengan 217 lokasi berada dalam kategori risiko sedang hingga tinggi.
Sekitar 235.000 orang berada di lokasi-lokasi tersebut. Selain itu, lebih dari 2.300 bangunan yang dinilai tidak aman masih dihuni dan menjadi tempat tinggal bagi hampir 44.000 orang.
Kondisi tersebut membuat kebutuhan terhadap makanan, air bersih, layanan kesehatan, sanitasi, tempat tinggal yang aman, serta bantuan kemanusiaan tetap tinggi meski gencatan senjata telah berlangsung sejak Oktober 2025.***
Editor : JakaPermana
