Norwegia Salurkan Bantuan Rp234 Miliar untuk Palestina melalui PBB dan Bank Dunia
Norwegia menyalurkan bantuan 125 juta krone atau sekitar Rp234 miliar untuk Palestina melalui PBB dan Bank Dunia di tengah kebutuhan kemanusiaan yang mendesak.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID-Norwegia mengalokasikan bantuan sebesar 125 juta krone Norwegia atau sekitar 13,2 juta dolar AS untuk Palestina. Bantuan tersebut disalurkan melalui sejumlah kanal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dan Bank Dunia.
Menteri Luar Negeri Norwegia Espen Barth Eide mengatakan bantuan tambahan tersebut diberikan di tengah kebutuhan dukungan Internasional untuk Palestina yang semakin mendesak.
"Kebutuhan akan dukungan internasional untuk Palestina kini semakin mendesak. Oleh karena itu, kami menyalurkan NOK 125 juta (krone Norwegia) ke Palestina melalui saluran PBB dan Bank Dunia, termasuk dukungan anggaran untuk sektor publik Palestina," kata Eide dalam pernyataan resmi Kementerian Luar Negeri Norwegia, Kamis (24/9/2026).
Pemerintah Norwegia menyebut kondisi masyarakat di Jalur Gaza masih menghadapi dampak perang. Akses terhadap makanan, air bersih, listrik, dan layanan kesehatan masih sangat terbatas, sementara proses pemulihan menghadapi kerusakan luas, keterbatasan sumber daya, serta ketidakpastian mengenai perkembangan situasi.
Dengan tambahan bantuan tersebut, Norwegia menyatakan total dukungan untuk Palestina pada 2026 mencapai sekitar 1 miliar krone.
Norwegia juga menjadi salah satu negara yang berperan dalam koordinasi bantuan internasional untuk Palestina melalui Ad Hoc Liaison Committee (AHLC), kelompok donor internasional yang membahas dukungan bagi pembangunan institusi dan perekonomian Palestina.
Sebelumnya, pada Oktober 2025, Israel dan Hamas mencapai kesepakatan gencatan senjata yang dimediasi sejumlah negara. Kesepakatan tersebut mencakup pembebasan sandera dan tahanan, peningkatan Bantuan Kemanusiaan, serta penarikan pasukan Israel secara bertahap.
Namun, implementasi kesepakatan tersebut masih menghadapi berbagai persoalan. Perbedaan mengenai tahapan selanjutnya, termasuk isu perlucutan senjata Hamas dan penarikan pasukan Israel, menjadi salah satu persoalan dalam proses pelaksanaan kesepakatan.
Dalam perkembangan terbaru, Pemerintah Norwegia juga menekankan perlunya percepatan pemulihan Gaza serta peningkatan bantuan kemanusiaan. Oslo menyatakan pembangunan kembali Gaza perlu melibatkan masyarakat Palestina dan didukung oleh bantuan internasional yang berkelanjutan.
Perdana Menteri Norwegia Jonas Gahr Støre sebelumnya juga menekankan pentingnya peningkatan bantuan kemanusiaan bagi masyarakat Palestina. Menurutnya, dukungan terhadap institusi Palestina diperlukan agar layanan dasar bagi masyarakat tetap berjalan.***
Editor : JakaPermana

