Lebih dari 2.000 Bangunan di Gaza Berisiko Ambruk, Kementerian Ingatkan Bahaya
Kementerian Pekerjaan Umum Palestina memperingatkan lebih dari 2.000 bangunan rusak di Gaza berisiko ambruk di tengah tumpukan puing dan sulitnya akses.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN.ID – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Palestina memperingatkan kondisi kemanusiaan dan situasi lapangan yang berbahaya di Jalur Gaza. Lebih dari 2.000 bangunan rusak dilaporkan berisiko ambruk, sementara tumpukan puing dan akses yang sulit semakin menghambat penanganan di sejumlah wilayah.
Peringatan tersebut disampaikan menyusul ambruknya sebuah bangunan tempat tinggal di Kota Gaza. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Palestina menyatakan masih melakukan upaya penanganan dan penyelamatan di lokasi.
Tim kementerian saat ini berkoordinasi dengan mitra internasional, pemerintah daerah, serta otoritas terkait untuk menyediakan mesin dan peralatan yang dibutuhkan dalam proses pembersihan puing-puing dan jalan.
Peralatan tersebut juga diperlukan agar tim dapat menjangkau wilayah-wilayah yang terdampak dan mendukung proses penyelamatan korban yang tertimbun reruntuhan.
Selain pencarian dan penyelamatan, tim turut membantu proses evakuasi jasad korban dari bangunan yang ambruk. Kondisi di lapangan dinilai semakin berisiko terhadap keselamatan warga, terutama menjelang musim dingin.
Kementerian menegaskan penanganan risiko bangunan rusak membutuhkan dukungan alat berat, bahan bakar, serta material yang memadai.
Dengan dukungan tersebut, tim khusus diharapkan dapat membersihkan puing dan akses jalan, menaksir tingkat kerusakan bangunan, serta menangani berbagai potensi bahaya dari bangunan yang mengalami kerusakan.
Di tengah kondisi tersebut, pemerintah juga terus berupaya menyediakan solusi hunian sementara bagi keluarga yang terdampak dan terpaksa mengungsi.
Penanganan bangunan rusak dan puing-puing menjadi tantangan tersendiri karena menyangkut keselamatan warga sekaligus akses tim penyelamat menuju wilayah terdampak.***
Editor : JakaPermana

