Pj Wali Kota Kota Bogor Optimis Bisa Buat Bibit Unggul Sayuran dan Tanaman

Pj Wali Kota Bogor Hery Antasari meninjau proyek pembangunan plant nursery Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bogor, Kecamatan Bogor Selatan pada Kamis 12 Desember 2024 sore. Hery optimis kedepan dengan adanya plant nursery DKPP Kota Bogor ini, akan banyak bibit-bibit unggul sayuran, tanaman buah-buahan, tanaman obat-obatan dan tanaman hias.

Pj Wali Kota Kota Bogor Optimis Bisa Buat Bibit Unggul Sayuran dan Tanaman
Pj Wali Kota Bogor Hery Antasari meninjau proyek pembangunan plant nursery Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bogor, Kecamatan Bogor Selatan pada Kamis 12 Desember 2024 sore. Hery optimis kedepan dengan adanya plant nursery DKPP Kota Bogor ini, akan banyak bibit-bibit unggul sayuran, tanaman buah-buahan, tanaman obat-obatan dan tanaman hias.

INILAHKORAN, Bogor - Pj Wali Kota Bogor Hery Antasari meninjau proyek pembangunan plant nursery Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bogor, Kecamatan Bogor Selatan pada Kamis 12 Desember 2024 sore. Hery optimis kedepan dengan adanya plant nursery DKPP Kota Bogor ini, akan banyak bibit-bibit unggul sayuran, tanaman buah-buahan, tanaman obat-obatan dan tanaman hias.

"Saya melanjutkan pengecekan progres lanjutan projek strategi Pemkot Bogor Bogor yaitu plant nursery di DKPP Kota Bogor. Jadi ini tempat menciptakan bibit-bibit unggul bagi sayur-sayuran, komoditas yang bisa ditanam seperti tanaman buah-buahan, tanaman obat-obatan dan tanaman hias," ungkap Hery kepada wartawan.

Hery menjelaskan, nantinya bibit tersebut didistribusikan kepada masyarakat dan petani di Kota Bogor. Jadi Kota Bogor akan memiliki fasilitas ini untuk rekayasa kultur jaringan menciptakan bibit-bibit unggul. 

"Bisa dijadikan edukasi wisata untuk agro. Jadi untuk masyarakat, pelajaran dan mahasiswa bisa mendapatkan edukasi disini," jelasnya.

Hery memaparkan, progres sudah 95 persen dan segera selesai. Karena kemarin ada penyesuaian karena ini bantuan keuangan Provinsi Jawa Barat, usulan awal Rp10 miliar karena beserta isinya, jaringan penyiraman belum terpasang belum teranggarkan.

"Tapi turunnya Rp5,3 miliar tahap berikutnya kalau provinsi Jawa Barat tidak menganggarkan, kami di APBD Perubahan tahun 2025 harus dianggarkan Rp2 miliar. Untuk kultur jaringan harus steril dan ada green house untuk setiap bibit," paparnya.

"Insyaallah nanti Kota Bogor punya bibit-bibit unggul sendiri. Tanaman hias, sayuran, buah-buahan dan tanaman obat-obatan," pungkas Hery.***


Editor : JakaPermana