Banyak Ceceran Tanah di Jalan Batutulis, Dedie Minta Anak Buahnya Tegur Kontraktor

Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim meminta pihak dinas terkait menegur kontraktor pembangunan trase baru Batutulis

Banyak Ceceran Tanah di Jalan Batutulis, Dedie Minta Anak Buahnya Tegur Kontraktor
Truk proyek pembangunan trase Batutulis, Kecamatan Bogor Selatan, saat keluar dari lokasi proyek pada Minggu (14/6/2026) siang.

INILAHKORAN.ID - Banyaknya laporan masyarakat perihal ceceran tanah di tikungan Jalan Batutulis membuat Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim meminta pihak dinas terkait menegur kontraktor pembangunan trase baru Batutulis PT Promix Prima Karya untuk melaksanakan Standar Operasional Prosedur (SOP) Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). 

"Kontraktor harus memperhatikan SOP bagaimana kendaraan pengangkut tanah atau truk dibersihkan sebelum masuk ke jalan aspal," ungkap Wali Kota Bogor Dedie A. Rachim kepada INILAHKORAN pada Selasa (16/6/2026). 

Dedie memaparkan, para kontraktor sebetulnya sudah sering diingatkan tinggal nanti di dinas memberikan teguran kepada pihak kontraktor. 

"Kami sudah sering mengingatkan, tinggal nanti dinas menegur pihak-pihak terkait. Namanya juga ada proyek apalagi proyek strategis Kota Bogor. Tetapi coba diperhatikan, jangan sampai juga membahayakan masyarakat," paparnya.

Dedie menjelaskan, untuk memastikan aspek keselamatan teknis pembangunan trase baru. Sambil proses oses pembangunan terus berjalan, pihaknya juga melakukan evaluasi berbagai langkah untuk melaksanakan treatment teknis di ujung jalan yang nantinya akan terintegrasi dengan Leuweung Batutulis yang juga sedang dalam pengerjaan oleh Pemkot Bogor.

"Sehingga nanti kalau ada pembongkaran, warga tetap aman. Makanya saya usulkan untuk sekalian saja dibebaskan agar nanti ujung jalan trase baru Batutulis lebarnya kurang lebih sama dengan yang di depan, jangan mengecil ke belakang," ujarnya.

Dedie menerangkan, pembebasan beberapa lahan milik warga ini dilakukan untuk mempertimbangkan aspek keselamatan teknis.

"Saya minta Pak Camat, Pak Lurah, dan teman-teman PUPR kembali menghitung kemudian mengusulkan," terangnya.

Sementara itu, perwakilan PT Promix Prima Karya, Dudung Agus mengatakan, setiap kendaraan yang keluar dari lokasi proyek pihaknya melakukan pembersihan. 

"Kalau ada kendaraan yang hendak keluar dari lokasi proyek, kami bersihkan, ada team pengawasan paguyuban. Sebelum ke luar kendaraan dicek, dibersihkan dan saat kondisi hujan jalan langsung dibersih kan," tuturnya. ***


Editor : JakaPermana