Plt Kalak BPBD Jabar Ungkap Kronologi Kejadian Hanyutnya Oden Sumantri, Supir Bus Kemendagri
Plt Kepala Pelaķsana BPBD Jawa Barat Bambang Imanudin sejak Senin kemarin ikut menerjunkan personilnya dalam pencarian Oden Sumantri (47 tahun), yang diduga hanyut terbawa derasnya arus Sungai Ciliwung.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bogor - Plt Kepala Pelaķsana BPBD Jawa Barat Bambang Imanudin sejak Senin kemarin ikut menerjunkan personelnya dalam pencarian Oden Sumantri (47 tahun), yang diduga hanyut terbawa derasnya arus Sungai Ciliwung.
Saat kejadian Sabtu malam kemarin, informasi yang dihimpun Inilah Koran, Oden Sumantri yang merupakan supir bus pegawai Kementerian Dalam Negeri diketahui sedang memancing di empang di Kampung Ciletuh, Desa Cipayung Girang, Megamendung, Kabupaten Bogor.
Bambang Imanudin yang ditemui di lokasi pun menjelaskan kronologi kejadian, bahwa saat kejadian tanah longsor, berawal dari banjir di empang di Kampung Ciletuh.
Sementara Oden Sumantri, pada Sabtu malam memaksakan diri memancing ditengah hujan deras, walaupun sempat dilarang oleh pemilik empang
"Jadi, korban memancing di bibir empang yang kebetulan berada di pinggir Sungai Ciliwung, tekanan tinggi dalam kolam, lalu air dari sungai naik, maka tebingan bibir atau tumit empang pun mengalami tanah longsor," jelas Bambang Imanudin kepada wartawan, Selasa, 28 Juli 2025.
Pria asli Kota Bandung itu pun menuturkan, bahwa sebelumnya pada Tahun 2023, bibir empang yang sudah dibeton sempat mengalami bencana tanah longsor, hingga menggerus pondasinya
"Bencana alam tanah longsor ini yang kedua kalinya, dan kini merobohkan bibir atau tumit empang ," tuturnya.
Ia pun menghimbau agar warga Kabupaten Bogor khususnya yang berada di Kawasan Puncak untuk tidak mengalih fungsikan lahan sepadan sungai.
"Tak hanya bangunan, keberadaan empang yang berada di pinggir sungai seperti di Kampung Ciletuh sebenarnya juga dilarang karena berpotensi terjadi bencana tanah longsor. Apalagi, di Kawasan Puncak, hulunya sangat banyak, dimana banyak air terjun hingga debit airnya yang semula tenang, bisa tiba - tiba deras hingga naik ke permukaan," tukasnya. (Reza Zurifwan)
Editor : Ahmad Sayuti


