Jasad di Kalibata Ditemukan di Tumpukan Sampah Ciliwung, Adakah Itu Oden Sumantri?
Jasad laki-laki yang ditemukan di Kalibata, Jakarta, berada dalam kondisi yang sulit dikenali secara fisik.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bogor – Jasad laki-laki yang ditemukan di Kalibata, Jakarta, berada dalam kondisi yang sulit dikenali secara fisik.
Tapi, secara tinggi badan, memiliki kemiripan dengan ciri-ciri Oden Sumantri, korban bencana alam di Puncak yang diduga hanyut terbawa longsoran saat sedang memancing.
“Jasad tersebut ditemukan di sungai, dekat tumpukan sampah,” kata Ketua Tim Kedaruratan BPBD Kabupaten Bogor, Andi Sumardi, kepada wartawan di Cibinong, Rabu 9 Juli 2025.
Sulitnya kondisi fisik dikenali antara lain dimungkinkan karena jasad sudah terbawa arus sungai berhari-hari.
“Kalau korban kan sudah hilang selama empat hari. Sejak Minggu hingga hari ini,” katanya.
Andi Sumardi kepada wartawan, Rabu 9 Juli 2025, mengatakan jasad laki-laki dewasa itu akan dibawa dari titik penemuannya ke Rumah Sakit Polri, Kramat Jati, Jakarta.
Jasad laki-laki tersebut memiliki tinggi yang mirip dengan ciri-ciri Oden Sumantri, korban hanyut dalam bencana alam di Puncak. Namun tubuhnya membengkak, diduga karena sudah berhari-hari di dalam air.
Pihak keluarga Oden Sumantri bersama anggota Polsek Megamendung sudah meluncur ke Jakarta setelah menerima kabar penemuan jasad laki-laki di Sungai Ciliwung di daerah Kalibata itu.
Kondisi jasad laki-laki dewasa tersebut diketahui sulit dikenali dan tanpa menggunakan pakaian, hingga harus dilakukan tes Deoxyribonucleic acid (DNA) terhadap keluarga dan korban, untuk memastikan identitas jasad laki - laki tersebut.
“Ada penemuan mayat laki-laki dewasa di Jakarta, di Sungai Ciliwung Rabu siang,” kata Andi Sumardi.
Informasi yang dihimpun Inilah Koran, pencarian tubuh Oden Sumantri, yang merupakan supir bus Kementerian Dalam Negeri sudah dilakukan Tim SAR Gabungan sejak Sabtu malam, sejak ia dilaporkan terdampak bencana tanah longsor di kolam empang di Kampung Ciletuh, Desa Cipayung Girang, Megamendung, Kabupaten Bogor.
Hingga Selasa sore, diketahui Tim SAR Gabungan sudah menyusuri Sungai Ciliwung hingga jarak 22 km, dari titik kejadian bencana alam.
Tim SAR gabungan, pada Selasa pagi sudah memastikan bahwa di titik kejadian tanah longsor, tidak ada tubuh atau jasad yang teetimbun. (*)
Editor : Zulfirman


