Polda Jabar Serahkan 10 Ribu Tabung Gas Elpiji Oplosan ke Pertamina

Subdit Tipiter yang dipimpin AKBP Andry Agustiano, menyerahkan puluhan ribu tabung gas beserta kendaraan puluhan kendaraan truk maupun pikap hasil penggerebekan tabung gas subsidi oplosan ke Pertamina Patraniaga yang ada di Jalan Soekarno Hatta, Jumat 8 November 2024

Polda Jabar Serahkan 10 Ribu Tabung Gas Elpiji Oplosan ke Pertamina
Foto Cesar Yudistira

INILAHKORAN, Bandung - Subdit Tipiter yang dipimpin AKBP Andry Agustiano, menyerahkan puluhan ribu tabung gas beserta kendaraan puluhan kendaraan truk maupun pikap hasil penggerebekan tabung gas subsidi oplosan ke Pertamina Patraniaga yang ada di Jalan Soekarno Hatta, Jumat 8 November 2024.

Wadirkrimsus Polda Jabar, AKBP Maruly Pardede menyebutkan, barang bukti yang diserahkan, merupakan hasil pengungkapan penyalahgunaan gas bersubsidi yang disuntikkan ke tabung gas komersil.

"Memang dengan keterbatasan di lokasi, karena jumlah kendaraan yang cukup banyak yakni 24 kendaraan berbagai jenis dari truk sampai pikap perlu kami pisahkan menjadi dua tempat," katanya.

Penyerahan barang bukti ini pun hadir para penyidik dengan didampingi dari Pertamina Patraniaga guna memvalidasi barang bukti yang berhasil disita.

"Barang bukti di lokasi itu pendataan sekitar 10 ribuan tabung berbagai jenis mulai ukuran 3 kg (subsidi) sebanyak 8000 tabung, hingga tabung non subsidi yakni 12 kg dan 50 kg sekitar 3000 tabung," katanya.

Maruly pun meminta kepada Pertamina untuk menyimpan agar barang bukti itu aman dan tak menimbulkan dampak ke masyarakat sekitar, sambil para penyidik melengkapi administrasi penyidikan setelah didata sudah valid dan dibuatkan label barang bukti serta police line.

Selain itu, lanjutnya, lima orang yang sudah diamankan di TKP sudah berkembang bertambah satu orang. Pihak kepolisian pun masih melakukan pengejaran untuk pelaku yang di atasnya (pimpinannya).

"Kami akan menelusuri sampai dengan siapa bosnya atau aktor intelektual dari tindak pidana penyalahgunaan LPG tersebut. Kelima tersangka yang sudah diamankan bervariasi tugasnya, mulai ada yang membawa gas, ada yang bersiap dan mengarahkan untuk setting. Nah, yang hasil pengembangan satu orang itu pelaku yang menyuntikanya dari gas 3 kg ke 12 kg maupun 50 kg," katanya. 

Sales Branch Manager Cirebon, M Fadlan sempat mendampingi dalam penyerahan barang bukti LPG tersebut. Dia mengucapkan terima kasih kepada Polda Jabar khususnya Subdit Tipidter Ditreskrimsus yang sudah melakukan penggerebekan. 

"Ini salahsatu kasus terbesar yang pernah saya temukan saat bekerja di Pertamina. Memang apa yang dilakukan para pelaku sangat berdampak kepada masyarakat apalagi LPG bersubsidi digunakan untuk masyarakat miskin namun ini disalahgunakan oleh oknum-oknum sehingga kondisi atau ketersediaan LPG 3kg berkurang dan bisa terjadi kelangkaan dampaknya," katanya. 


Editor : Ahmad Sayuti