Polisi Pastikan Kondisi Korban Pembegalan di Padalarang Sudah Mulai Membaik
Polisi memastikan kondisi AS, korban aksi pembegalan yang terjadi di Jalan Raya Purwakarta, Desa Campakamekar, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), pada Rabu 18 September 2024 dini hari sudah mulai membaik.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Ngamprah - Polisi memastikan kondisi AS, korban aksi pembegalan yang terjadi di Jalan Raya Purwakarta, Desa Campakamekar, Kecamatan Padalarang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), pada Rabu 18 September 2024 dini hari sudah mulai membaik.
Korban AS mengalami luka di bagian punggung dan tangan usai dianiaya terduga pelaku menggunakan celurit dan samurai.
"Korban sudah mendapatkan perawatan, kondisinya sudah membaik. Memang luka-luka karena senjata tajam milik terduga pelaku," ujar Kasi Humas Polres Cimahi, Iptu Gofur Supangkat kepada wartawan, Minggu 22 September 2024.
Gofur menjelaskan, dalam aksi pembegalan tersebut AS kehilangan sepeda motor dan ponsel. Motor dan ponsel korban dirampas secara paksa oleh para pelaku yang menyatroni korban saat tengah berhenti di pinggir jalan usai mengisi bahan bakar.
"Jadi korban saat itu sedang dalam perjalanan pulang setelah isi bensin. Dia diam dulu di pinggir jalan, tapi kemudian didatangi para pelaku. Yang diambil motor dan ponsel," sebutnya.
Dikatakan Gofur, luka yang diterima korban didapat saat AS berusaha merebut kembali motor yang dirampas terduga pelaku secara paksa.
"Namun bahas, para pelaku yang membawa celurit dan samurai seketika menghajar korban. Setelah itu para pelaku kabur ke arah Padalarang," katanya.
Aksi pembagalan tersebut viral di media sosial. Dalam rekaman CCTV yang beredar, pelaku pembegalan berjumlah enam orang. Mereka datang menggunakan tiga sepeda motor.
Saat ini anggota Satreskrim Polres Cimahi dan Polsek Padalarang masih menyelidiki terduga pelakunya.
"Sampai saat ini kita masih melakukan penyelidikan. Anggota Satreskrim Polres Cimahi dan Polsek Padalarang memeriksa CCTV di sekitar lokasi kejadian," ucapnya. ***
Editor : Ahmad Sayuti
