Polisi Tangkap Pelaku Pencurian Permata di Museum Louvre, Salah Satu Tersangka Nyaris Kabur ke Luar Negeri
Pelaku pencurian perhiasan di Museum Louvre ditangkap.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN - Polisi Prancis berhasil menangkap sejumlah orang yang diduga terlibat dalam kasus pencurian besar di Museum Louvre, Paris. Jaksa Paris, Laure Beccuau, mengonfirmasi penangkapan tersebut pada Minggu (26/10) malam waktu setempat.
“Seminggu setelah pencurian di Louvre yang dilakukan kelompok terorganisasi, penyidik dari Brigade Pemberantasan Bandit (BRB) telah melakukan beberapa penangkapan pada Sabtu malam, 25 Oktober,” ujar Beccuau dalam pernyataannya.
Menurut laporan media Prancis, dua pria ditangkap karena diduga mencuri permata mahkota yang merupakan bagian dari koleksi bersejarah museum tersebut. Salah satu tersangka bahkan diamankan di Bandara Paris saat mencoba melarikan diri ke luar negeri.
Beccuau menyesalkan adanya pihak-pihak yang membocorkan informasi penangkapan para tersangka ke publik, karena dapat menghambat proses penyelidikan yang masih berlangsung.
“Pengungkapan seperti itu hanya akan mengganggu kerja ratusan penyidik yang kini berusaha menemukan kembali perhiasan yang dicuri serta menangkap pelaku lainnya,” tulisnya di platform X (dulu Twitter).
Ia menegaskan masih terlalu dini untuk merinci perkembangan kasus, dan informasi lebih lanjut akan diumumkan setelah masa penahanan tersangka berakhir.
Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Prancis Laurent Nunez mengapresiasi keberhasilan para penyidik dan menekankan pentingnya menjaga kerahasiaan penyelidikan. “Kami akan terus melanjutkan penyelidikan dengan tekad yang sama. Hormati prosesnya,” tulis Nunez di platform yang sama.
Kasus pencurian ini terjadi pada 19 Oktober lalu, ketika kelompok pencuri membobol Museum Louvre dan menggasak sembilan perhiasan bersejarah dari koleksi peninggalan Napoleon dan para permaisurinya. Barang-barang mewah itu meliputi mahkota, kalung, anting, serta bros yang pernah dimiliki para ratu Prancis.
Menurut Nunez, para pelaku masuk ke dalam museum melalui jendela menggunakan tangga yang dipasang di atas alat pengangkat (cherry picker). Mereka memotong kaca jendela dengan alat gerinda, lalu melarikan diri menggunakan skuter. Pihak kepolisian tidak menutup kemungkinan bahwa para pelaku merupakan warga negara asing.
Media lokal Le Parisien menyebut, aksi pencurian tersebut dilakukan oleh empat orang, dengan dua di antaranya masuk langsung ke dalam museum saat kejadian.
Editor : Firda Rachmawati
