Prabowo Singgung Ada 'Raja Kecil' yang Menentang Soal Kebijakan Efisiensi Anggaran

Prabowo Subianto menyinggung soal sosok raja kecil yang menurutnya menentang kebijakan efisiensi anggaran.

Prabowo Singgung Ada 'Raja Kecil' yang Menentang Soal Kebijakan Efisiensi Anggaran
Prabowo Singgung Ada 'Raja Kecil' yang Tentang Soal Kebijakan Efisiensi Anggaran

INILAHKORAN - Pernyataan Presiden Prabowo Subianto soal 'Raja kecil' yang menentang kebijakannya, terutama soal efisiensi anggaran menjadi sorotan publik.

Hal tersebut disampaikan Prabowo saat mengisi sambutan pada pembukaan Kongres XVIII Muslimat Nahdlatul Ulama di Surabaya, Jawa Timur.

Menurut Prabowo masih ada pihak yang kontra terkait kebijakannya yang bertujuan untuk menghemat anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) itu.

Tak hanya itu, Prabowo mengatakan orang yang merasa kebal hukum dengan menentang kebijakannya itu disebut 'raja kecil'.

"Ada, yang melawan saya, ada. Dalam birokrasi merasa sudah kebal hukum, merasa sudah menjadi raja kecil, ada," ujar Prabowo.

Lebih lanjut, Prabowo mengaku tidak masalah dengan adanya tentangan dari pihak-pihak tertentu. Namun, menurutnya, oknum tersebut harus berhadapan langsung dengan rakyat.

"Kau boleh melawan Prabowo, tetapi nanti kau lawan emak-emak itu semua itu. Bandel, dablek!" kata Prabowo.

Di sisi lain, Prabowo menyampaikan kebijakannya tersebut sudah tepat karena program-program yang terdampak efisiensi merupakan kegiatan bersifat seremonial dan hanya untuk menggugurkan syarat formal di atas kertas.

Prabowo mencontohkan beberapa kegiatan yang dirasakan tak perlu dilakukan pada era pemerintahannya sehingga anggaran untuk acara tersebut bisa digunakan untuk menangani persoalan yang dihadapi masyarakat.

"Cukup kajian-kajian, cukup. Apa itu FGD? forum group discussion, forum group discussion, mau diskusi apa lagi? Itu tuh mengentaskan kemiskinan absolut. Bantu rakyat, yang lapar carikan makan, sekolahnya rusak? perbaiki, jalan yang rusak? perbaiki," tutur Prabowo. 

"Diskusi, diskusi. Studi banding, studi banding, mau belajar bagaimana mengentaskan kemiskinan studi bandingnya ke Australia. Australia salah satu 10 negara terkaya di dunia, kok belajar ke Australia?" lanjutnya.


Editor : Firda Rachmawati