Pria Viral di Bekasi Timur Beri Penjelasan: Penumpang KRL Harusnya Disuruh Turun

Pria yang merupakan penumpang KRL tersebut mengungkapkan alasannya terlihat emosional di tempat kejadian perkara (TKP).

Pria Viral di Bekasi Timur Beri Penjelasan: Penumpang KRL Harusnya Disuruh Turun
Pria Viral di Bekasi Timur Beri Penjelasan: Penumpang KRL Harusnya Disuruh Turun

INILAHKORAN.ID - Pria berbaju garis-garis kuning yang sempat viral lantaran terlibat adu argumen dengan petugas di lokasi kecelakaan maut KRL vs KA Argo Bromo Anggrek akhirnya memberikan penjelasan.

Pria yang merupakan penumpang KRL tersebut mengungkapkan alasannya terlihat emosional di tempat kejadian perkara (TKP).

​Menurutnya, aksi protes yang ia lakukan di Stasiun Bekasi Timur didasari oleh rasa janggal terhadap prosedur penanganan penumpang sesaat sebelum tabrakan kedua terjadi.

​Kesaksian Penumpang: Minim Informasi di Dalam Kereta

​Pria tersebut menjelaskan bahwa sebelum rangkaian KRL yang ia tumpangi dihantam oleh KA Argo Bromo, sudah ada informasi mengenai insiden pertama yang melibatkan mobil taksi. Namun, ia menilai koordinasi di lapangan sangat minim.

​"Informasi di dalam KRL cuma bilang 'kereta belum bisa diberangkatkan karena ada mobil keseret', gitu doang," ujarnya dalam video yang diunggah di Instagram infojabodetabek24

Ia mengaku heran mengapa KRL yang sudah berhenti lama di stasiun tidak segera dikosongkan. "Anehnya, yang di stasiun sini berhenti lama tapi nggak ada info suruh nahan kereta yang ke Jawa (Argo Bromo). Kereta arah ke Jawa sudah klakson-klakson nggak berhenti-berhenti," tambahnya.

​Pria yang berada di gerbong tiga saat insiden terjadi ini menyayangkan penumpang tetap dibiarkan berada di dalam rangkaian meski kereta sedang tertahan akibat insiden di depan. Ia berpendapat bahwa jatuhnya korban jiwa seharusnya bisa diminimalisir jika ada perintah pengosongan rangkaian.

​"Saya di gerbong tiga, (penumpang) sudah pada mental (terpental)," ungkapnya menggambarkan kerasnya hantaman dari belakang.

​Menurutnya, jika ada rencana evakuasi taksi, seluruh penumpang KRL seharusnya diperintahkan turun terlebih dahulu demi keamanan. 

"Kalau disuruh keluar dulu, sepertinya banyak yang selamat," tegasnya.

​Meski sempat terlihat geram dan berdebat dengan petugas sebagaimana terekam dalam video viral, pria ini menyadari bahwa peristiwa tragis tersebut adalah sebuah musibah besar. Ia menekankan bahwa penjelasannya bukan bertujuan untuk menyalahkan satu pihak secara mutlak.

​"Tapi kita juga nggak bisa saling menyalahi karena ini musibah," tutupnya.


Editor : Firda Rachmawati