Puluhan Orang Terjaring Operasi Premanisme di Kota Tasikmalaya, Ada Jukir Liar dan DC

Puluhan orang yang diduga terlibat dalam aktivitas premanisme, parkir ilegal, debt collector (DC), hingga pengamen jalanan terjaring operasi gabungan.

Puluhan Orang Terjaring Operasi Premanisme di Kota Tasikmalaya, Ada Jukir Liar dan DC
Personel Polda Jabar, Polres Tasikmalaya Kota, TNI, Satpol PP, Kesbangpol, serta Dinas Sosial Jawa Barat saat melakukan operasi Premanisme di Kota Tasikmalaya. (istimewa)

INILAHKORAN.ID - Puluhan orang yang diduga terlibat dalam aktivitas premanisme, parkir ilegal, debt collector (DC), hingga pengamen jalanan terjaring operasi gabungan di sejumlah wilayah hukum Polres Tasikmalaya Kota.

Operasi tersebut melibatkan personel Polda Jawa Barat, Polres Tasikmalaya Kota, TNI, Satpol PP, Kesbangpol, serta Dinas Sosial Jawa Barat. Mereka menyasar sejumlah titik yang dinilai menjadi lokasi aktivitas yang berpotensi mengganggu ketertiban masyarakat.

Para peserta operasi yang terjaring kemudian dibawa ke Mapolres Tasikmalaya Kota. Mereka didata dan selanjutnya diberikan pembinaan.

Kabag Ops Polres Tasikmalaya Kota Kompol Rusdiyanto mengatakan, pendataan dilakukan terhadap seluruh orang yang diamankan, termasuk oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

“Mereka yang terjaring lalu didata. Pendataan juga dilakukan oleh Pemprov Jabar,” ujar Kompol Rusdiyanto, Jumat (2/10/2026).

Dari hasil operasi, petugas mencatat 27 orang yang terjaring terkait parkir liar dan 14 orang yang merupakan debt collector. Selain itu, terdapat tujuh orang yang diamankan karena aktivitas menjual air mineral (aqua) kepada pengemudi truk serta satu orang pengamen.

Petugas juga mengamankan sejumlah botol minuman keras (miras) serta beberapa kendaraan yang diduga digunakan oleh debt collector.

Operasi tersebut merupakan tindak lanjut instruksi Gubernur Jawa Barat kepada Kesbangpol Jabar untuk berkoordinasi dengan Polda Jawa Barat dalam upaya meminimalisir keberadaan premanisme dan juru parkir ilegal di sejumlah daerah di Jawa Barat.


Editor : Doni Ramdhani