Puluhan Tahun Jaga Perlintasan KA Sebidang, Sat Lantas Polres Cimahi Pilih Ujang sebagai Local Hero

Ujang Sumarna (51) merupakan satu dari tiga penjaga palang pintu perlintasan KA sebidang di Blok Sumur Bor, Desa Cilame, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat (KBB) yang terpilih menjadi Local Hero Award oleh jajaran Sat Lantas Polres Cimahi.

Puluhan Tahun Jaga Perlintasan KA Sebidang, Sat Lantas Polres Cimahi Pilih Ujang sebagai Local Hero
Pantas jika anugerah Local Hero disematkan ke pia paruh baya yang sudah 26 tahun menjadi petugas penjaga perlintasan KA sebidang di Blok Sumur Bor tersebut. Dia meneruskan jejak sang ayah yang juga merupakan sukarelawan penjaga palang pintu sejak 1989. (agus satia negara)

INILAHKORAN, Ngamprah - Ujang Sumarna (51) merupakan satu dari tiga penjaga palang pintu perlintasan KA sebidang di Blok Sumur Bor, Desa Cilame, Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat (KBB) yang terpilih menjadi Local Hero Award oleh jajaran Sat Lantas Polres Cimahi.

Pantas jika anugerah Local Hero disematkan ke pia paruh baya yang sudah 26 tahun menjadi petugas penjaga perlintasan KA sebidang di Blok Sumur Bor tersebut. Dia meneruskan jejak sang ayah yang juga merupakan sukarelawan penjaga palang pintu sejak 1989.

Hingga saat ini, relawan penjaga palang pintu perlintasan KA sebidang di Blok Sumur Bor bertambah hingga sembilan orang.

"Dulu saya sama bapak, tapi satu per satu banyak yang ikut juga sampai jadi 9 orang," kata Ujang saat ditemui di kawasan palang pintu perlintasan KA sebidang di Blok Sumur Bor, Senin 9 September 2024.

Ujang mengakui, selama menjadi sukarelawan dirinya kerap menemukan pengendara yang sulit diingatkan agar lebih berhati-hati.

"Gak jarang juga sampai berkelahi karena masalah perlintasan karena ditegur untuk hati-hati," ujarnya.

Dikatakan Ujang, dirinya memilih menjadi petugas penjaga palang pintu perlintasan kereta api sebidang dengan niat ikhlas demi menjaga keselamatan baik warga maupun pengendara yang melintas di kawasan tersebut.

"Niat saya ikhlas karena Allah Ta'ala supaya pengendara di sini selamat. Kalau dikasih uang kami terima seikhlasnya karena kami kan memang relawan," imbuhnya.

"Ada yang ngasih ada yang enggak, saya mah demi keselamatan semua aja," ucapnya.

Ujang mengaku, penghasilan menjadi petugas penjaga palang pintu perlintasan kereta api sebidang ini tak menentu.

"Gak bisa ditentuin, kadang Rp100 ribu, Rp80 ribu, Rp60 ribu. Tapi memang setiap hari pasti dapat. Paling sedikit Rp30-40 ribu," katanya.

Ujang mengungkapkan, banyak hal yang dirinya dapatkan selama puluhan tahun menjadi relawan penjaga palang pintu perlintasan kereta api sebidang.

"Ada pahit dan manisnya juga, pahitnya kalau ada yang bandel dan saat kita tegur marah-marah. Kalau manisnya ya saat ada yang ngasih uang Rp50 ribu atau Rp100 ribu," ungkapnya.

Lebih lanjut Ujang memaparkan, lantaran ada sembilan orang relawan, tugas dibagi dalam tiga shift dan satu shiftnya diisi tiga orang.

"Satu shift mulai jaga dari jam 10.00-13.00 WIB, biasanya kalau saya sendirian tapi setelah itu ada yang bantu. Kemudian dari jam 13.00-17.00 WIB begitu seterusnya," bebernya.

Tak hanya itu, untuk memastikan keselamatan pihaknya pun tetap berjaga dalam berbagai kondisi cuaca, baik saat panas maupun hujan.

"Kalau hujan juga saya tetap berjaga kadang gak pake payung atau jas hujan kalau hujan lebat baru pake jas hujan. Jadi memang harus terus jaga," ucapnya.

Kasatlantas Polres Cimahi AKP Adhi Prasidya Danahiswara mengatakan, apresiasi ini pihaknya berikan dalam rangka HUT Lalu Lintas ke-69 yang puncaknya dilaksanakan pada 22 September 2024. 

"Hari ini kami gelar kegiatan yang dinamai Local Hero Award," kata Adhi.

Adhi menjelaskan, pihaknya saat ini sedang mencari para pahlawan lalu lintas yang ada di wilayah hukum Polres Cimahi itu siapa saja.

"Kebetulan kami mendapatkan rekomendasi dan didapatlah penjaga palang pintu perlintasan kereta api sebidang," jelas Adhi.

Adhi menyebut, para local hero ini selain mendapatkan bantuan sembako, mereka juga mendapatkan topi, senter untuk tugas mereka di malam hari dan rompi.

"Para penjaga perlintasan kereta api ini dipilih karena memang mereka sukarelawan yang bertugas mengatur lalu lintas," sebut Adhi.

"Kami memberikan apresiasi karena memang mereka sangat membantu sekali," ucapnya.


Editor : Doni Ramdhani