PWNU dan PCNU se-Jabar Tegaskan Dukungan terhadap Kepemimpinan PBNU, Serukan Islah dan Persatuan

Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jabar bersama Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) se-Jabar menyampaikan pernyataan sikap resmi terkait dinamika yang terjadi di tubuh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). 

PWNU dan PCNU se-Jabar Tegaskan Dukungan terhadap Kepemimpinan PBNU, Serukan Islah dan Persatuan
Dalam pernyataannya, Ketua PWNU Jabar KH Juhadi Muhamad menegaskan PWNU dan PCNU se-Jawa Barat, agar Nahdlatul Ulama kembali kepada jati dirinya  sebagai jam’iyyah yang lahir dari tradisi pondok pesantren. Oleh karena itu, setiap dinamika organisasi harus senantiasa mendengar dan menghormati nasihat para muassis NU serta kiai sepuh sebagai penjaga nilai dan khittah perjuangan NU. (rd dani r nugraha)

INILAHKORAN.ID - Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jabar bersama Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) se-Jabar menyampaikan pernyataan sikap resmi terkait dinamika yang terjadi di tubuh Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU). 

Pernyataan tersebut disampaikan di Bandung, Sabtu 20 Desember 2025, sebagai bentuk komitmen menjaga keutuhan dan marwah organisasi.

Dalam pernyataannya, Ketua PWNU Jabar KH Juhadi Muhamad menegaskan PWNU dan PCNU se-Jawa Barat, agar Nahdlatul Ulama kembali kepada jati dirinya  sebagai jam’iyyah yang lahir dari tradisi pondok pesantren. Oleh karena itu, setiap dinamika organisasi harus senantiasa mendengar dan menghormati nasihat para muassis NU serta kiai sepuh sebagai penjaga nilai dan khittah perjuangan NU.

"PWNU dan PCNU  juga menyerukan pentingnya islah atau rekonsiliasi demi menjaga persatuan dan ukhuwah an-nahdliyah. Selain itu, sikap kami tegas tidak ingin terlibat maupun dilibatkan dalam konflik internal yang berkembang di tingkat PBNU, demi menjaga marwah dan kehormatan organisasi," katanya.

Selain itu, PWNU dan PCNU se-Jawa Barat menegaskan legitimasi kepemimpinan PBNU hasil Muktamar NU. Dalam pernyataan tersebut ditegaskan bahwa KH. Miftachul Akhyar merupakan Rais ‘Aam PBNU dan KH. Yahya Cholil Staquf sebagai Ketua Umum PBNU yang sah sebagai mandataris Muktamar.

Sebagai langkah penyelesaian polemik, PWNU dan PCNU mendorong Muktamar NU sebagai solusi terbaik yang konstitusional, bermartabat, dan mampu menjaga soliditas jam’iyyah. Muktamar dinilai sebagai forum tertinggi organisasi yang harus dipimpin oleh mandataris Muktamar, yakni Rais ‘Aam PBNU KH. Miftachul Akhyar dan Ketua Umum PBNU KH. Yahya Cholil Staquf.

“Pernyataan sikap ini disampaikan demi keutuhan NU sebagai jam’iyyah pembawa rahmatan lil ‘alamin,” ujarnya.

PWNU dan PCNU se-Jabar berharap seluruh elemen Nahdlatul Ulama dapat menahan diri, mengedepankan musyawarah, serta menjaga persatuan organisasi demi kemaslahatan umat dan bangsa.


Editor : Doni Ramdhani