Rafael Struick Antusias Dilatih Patrick Kluivert: Dia Adalah Legenda dan Saya Sangat Bersemangat
Pemain tim nasional Indonesia, Rafael Struick, tak bisa menyembunyikan rasa antusiasmenya setelah mendapatkan kesempatan dilatih oleh pelatih anyar Garuda, Patrick Kluivert.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung – Pemain tim nasional Indonesia, Rafael Struick, tak bisa menyembunyikan rasa antusiasmenya setelah mendapatkan kesempatan dilatih oleh pelatih anyar Garuda, Patrick Kluivert.
Striker muda itu mengaku senang bisa bekerja sama dengan mantan bintang Barcelona tersebut dan tak sabar melihat bagaimana Kluivert bisa membawa tim ke level berikutnya.
“Kami kini memiliki Patrick Kluivert dan dia adalah nama besar, dia adalah legenda dan saya sangat bersemangat untuk bekerja dengannya dan melihat apa yang dapat dia lakukan," ujar Struick diktp dari ANTARA.
Timnas Indonesia saat ini tengah bersiap menghadapi laga ketujuh putaran ketiga kualifikasi Piala Dunia 2026 Grup C melawan Australia. Laga ini akan menjadi debut Kluivert sebagai pelatih Garuda, yang berlangsung di Stadion Sepak Bola Sydney, Kamis (20/3) pukul 16.10 WIB.
PSSI resmi mengumumkan penunjukan Patrick Kluivert sebagai pelatih kepala Timnas Indonesia pada 8 Januari lalu.
Pelatih asal Belanda ini menggantikan Shin Tae-yong yang sebelumnya menangani skuad Garuda. Dalam tugasnya, Kluivert dibantu dua asisten utama, yaitu Alex Pastoor dan Denny Landzaat.
Struick menilai keputusan PSSI merekrut Kluivert adalah langkah yang tepat bagi masa depan sepak bola Indonesia.
"Keputusan telah dibuat oleh petinggi dan saya pikir itu adalah keputusan yang baik, tetapi kita harus melihat pada pertandingan mendatang," ungkapnya.
Bagi Struick, kehadiran Kluivert membawa kebanggaan tersendiri, bukan hanya karena reputasinya yang besar sebagai mantan striker kelas dunia, tetapi juga karena asal-usulnya sebagai pelatih Eropa, khususnya dari Belanda.
“Ini bukan untuk jangka pendek. Untuk masa depan, ada baiknya juga memiliki beberapa pelatih Eropa. Saya bersemangat. Kami tahu ini akan berbeda. Saya bersemangat," tambah pemain berusia 21 tahun itu.
Sebagai pemain yang lahir dan besar di Belanda, Struick merasa adanya pelatih dari negara yang sama bisa memberikan pemahaman lebih dalam terhadap gaya bermainnya.
Selain itu, ia percaya pengalaman Kluivert yang pernah bermain di klub-klub top Eropa seperti Ajax, AC Milan, dan Barcelona dapat memberikan dampak positif bagi tim.
Di sisi lain, Struick juga tak melupakan jasa besar Shin Tae-yong dalam perjalanan kariernya di Timnas Indonesia. Pelatih asal Korea Selatan itu adalah sosok yang memberikan debut bagi Struick di tim senior, serta memberinya kesempatan bermain di level U-20 dan U-23.
“Saya memiliki hubungan yang baik dengan Shin Tae-yong karena saya memulai perjalanan ini bersamanya. Ia selalu sangat jujur dan terbuka kepada saya, dan ia percaya kepada saya bahwa saya bisa menjadi pemain yang lebih baik," kata pemain yang kini membela Brisbane Roar tersebut.
Tak hanya bagi dirinya, Struick juga mengapresiasi dampak besar yang telah diberikan Shin Tae-yong bagi sepak bola Indonesia secara keseluruhan.
“Saya menghargai semua yang telah ia lakukan untuk saya dan ia telah melakukan banyak hal untuk negara ini. Ia memiliki dampak yang sangat besar bagi Indonesia dan saya ingin berterima kasih kepadanya untuk itu. Dan saya pikir seluruh Indonesia sangat berterima kasih untuk itu,” pungkasnya.***
Editor : Yosep Saepul Ramadan

