Rayakan HUT ke-12, Nissan Livina Club Jelajahi Bumi Ruwa Jurai
Di tahun 2019, Nissan Livina Club memasuki usia 12 tahun. Untuk merayakannya, komunitas otomotif platform Livina ini melakukan jelajah objek wisata di Lampung dan sekitarnya, mulai 26-28 Juli 3019.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAH, Lampung - Di tahun 2019, Nissan Livina Club memasuki usia 12 tahun. Untuk merayakannya, komunitas otomotif platform Livina ini melakukan jelajah objek wisata di Lampung dan sekitarnya, mulai 26-28 Juli 3019.
Perjalanan dimulai dari Rest Area KM43 Tol Jakarta-Merak, Jumat (26/7/2019). Ada sekitar 45 kendaraan yang mengikuti rangkaian konvoi Turing Tengah Tahun (TTT) bertema Ruwa Belas Tahun NLC Lapah Lapah Di Bumi Ruwa Jurai.
Di Pelabuhan Merak, banyak peserta turing takjub pada fasilitas pelabuhan. Ada mal yang digunakan untuk sekadar rehat atau belanja kebutuhan selama perjalanan di Bumi Andalas.
Rangkaian Livina ini mulai menyebrangi Selat Sunda menggunakan kapal feri eksekutif. Setelah menempuh perjalanan sekitar satu jam, kapal feri merapat di Pelabuhan Bakauheuni.
Titik awal yang dikunjungi adalah Menara Siger. Namun anggota laki-laki muslim melaksanakan ibadah sholat Jumat dulu. Di menara yang juga terdapat titik KM 0 Pulau Sumatra ini, peserta mengeluhkan perawatan bangunan.
"Coba pengelola atau pemerintah menggandeng produsen cat. Pasang saja iklannya di sekitar," kata Sabdo, member NLC domisili Bintaro Tanggerang.
Perjalanan dilanjutkan menuju lokasi menginap yang telah ditentukan. Malamnya peserta dibebaskan untuk wisata kuliner.
Besoknya, rangkaian turing mengikuti acara jelajah Pulau Tegal Mas. Di pulau yang disebut sebagai maldivesnya Indonesia ini, seluruh peserta menikmati fasilitas. Ada wisata kayak, snorkling, diving, berenang, dan sebagainya.
Acara dilanjutkan dengan bakti sosial ke Panti Asuhan Putri Azizah. Menurut Ketua Umum Nissan Livina Club Hari Handoko, TTT digelar untuk memperingati ulang tahun ke-12 NLC. Selain wisata keluarga mengenalkan destinasi wisata baru di Lampung, juga ada bakti social ke Panti Asuhan Putri Azizah 'Isykatima berupa pemberiam sembako, uang tunai, dan peralatan sholat.
“Lampung dipilih untuk mencari destinasi luar Jawa. Selama ini TTT kebanyakan di Jawa. Kami pun ingin mencoba fasilitas baru negara seperti dermaga baru dan kapal feri excecutive. Ada 41 member aktif dan 145 anggota keluarga yang ikut acara ini. Di usia 12, semoga NLC semakin solid kekeluargaannya dan menjadi pelopor keselamatan lalu lintas di jalan raya,” ujarnya.
Hari yang akrab dipanggil Harhan ini menuturkan, kegiatan baksos menjadi pembeda dibandingkan komunitas lain. Hal ini sengaja dilakukan untuk mengenalkan kepada putra putri anggota NLC bahwa mereka lebih beruntung, punya keluarga, bisa sekolah, dan bisa berkumpul.
“Memang kunjungan ke panti selalu diagendakan saat acara NLC. Baksos sudah keutamaan. Hari ini bisa berkunjung ke Lampung, silaturahmi, harapannya NLC didoakan lebih guyub, member diberikan keberkahan, kebahagiaan dalam hidup,” jelasnya.
Ketua Yayasan Muid Alfath mengatakan, ada 78 anak dengan status sosial beragam dari daerah Lampung dan sekitarnya. Seluruh anak sekolah di luar panti. Tetapi mereka wajib mengikuti bimbingan dengan sistem pondok.
“Mereka umumnya pulang setahun sekali. Tetapi ada juga yang tidak tahu nama orang tuanya. Kami mohon doa restu supaya diberikan kesabaram ketabahan mengurusnya sehingga cita-cita mereka tercapai. NLC pun diharapkan semakin kuat dalam persaudaraannya, serta menjaga hati,” katanya.
Malam harinya, seluruh peserta TTT NLC mengikuti kegiatan puncak gala dinner di Raja Kuring Resto. Acara diisi makan malam, hiburan, dan pembagian door prize. Pada Minggu (28/7/0219), peserta dari Pulau Jawa bergerak menuju Pelabuhan Bakauheuni, sedangkan ada rangkaian yang menuju Palembang. (Dery Fitriadi Ginanjar)
Editor : DeryFG

