Realisasi Pembangunan TPPAS Regional Legoknangka Mandeg, Gegara PJBL
Realisasi rencana pembangunan TPPAS Regional Legoknangka, Kabupaten Bandung masih mandeg.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Realisasi rencana pembangunan TPPAS Regional Legoknangka, Kabupaten Bandung masih mandeg.
Dari rencana bakal dibangun pada akhir 2024, hingga kini belum menemukan titik terang, kapan TPPAS Regional Legoknangka bakal dieksekusi.
Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Barat Bey Machmudin mengatakan, proses pembangunannya terhambat karena terjadi masalah dalam Perjanjian Jual Beli Listrik (PJBL) dengan Perusahaan Listrik Negara (PLN), selaku pembeli tunggal.
"Masih ada masalah PJBL. Masih belum bisa dilaksanakan," ujar Bey Machmudin di Gedung Sate, Kota Bandung, Selasa 7 Januari 2025.
Dia berharap, hal ini dapat segera terselesaikan sehingga TPPAS Regional Legoknangka dapat segera dibangun, sehingga bisa beroperasi penuh di 2028 mendatang.
Mengingat saat ini daya tampung TPAS Sarimukti, Kabupaten Bandung Barat terus menipis seiring berjalannya waktu, sebagai tempat akhir pembuangan sampah masyarakat Bandung Raya seperti Kota Bandung, Kota Cimahi, Kabupaten Bandung dan Kabupaten Bandung Barat.
"Masih menunggu tahapan," ucapnya.
Seperti diketahui, PT Jabar Enviromental Solutions (JES) ditunjuk dalam pengelolaan TPPAS Regional Legoknangka.
TPPAS Regional Legoknangka akan dibangun di atas lahan seluas 20 hektare di Kecamatan Nagreg, Kabupaten Bandung. TPPAS Legoknangka akan menampung sampah di Bandung Raya yakni Kota Bandung, Kabupaten Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Kota Cimahi, plus Kabupaten Sumedang.
TPPAS Regional Legoknangka dirancang untuk mengolah sampah memanfaatkan teknologi canggih untuk kemudian dikonversi menjadi energi listrik. TPPAS Regional Legoknangka akan fokus pada rasio penerimaan sampah, target pelestarian lingkungan, dan siklus pengolahan sampah yang efisien.
Dengan kehadiran TPPAS Regional Legoknangka diharapkan dapat secara signifikan mengurangi dampak lingkungan dari sampah di Cekungan Bandung sekaligus menyediakan energi lstrik yang andal.***
Editor : JakaPermana
