Rembuk Pemuda Jabar Siap Berkolaborasi Wujudkan Pembangunan Berkelanjutan

Pembangunan yang berkelanjutan membutuhkan keterlibatan berbagai elemen masyarakat, termasuk generasi muda. 

Rembuk Pemuda Jabar Siap Berkolaborasi Wujudkan Pembangunan Berkelanjutan
Rembuk Pemuda Jabar mengedepankan berbagai gagasan diharapkan dapat menjadi masukan positif dalam mendukung program pembangunan yang berorientasi pada kepentingan masyarakat. (reza zurifwan)

INILAHKORAN.ID - pembangunan yang berkelanjutan membutuhkan keterlibatan berbagai elemen masyarakat, termasuk generasi muda. 

Melalui aksi dialog dan kolaborasi, Rembuk Pemuda Jabar mengedepankan berbagai gagasan diharapkan dapat menjadi masukan positif dalam mendukung program pembangunan yang berorientasi pada kepentingan masyarakat.

Ketua Umum Rembuk Pemuda Jabar Widya Selvi Kusuma Ningrum menegaskan, organisasinya berupaya menghadirkan ruang pertemuan bagi generasi muda untuk menyampaikan aspirasi, membangun komunikasi, serta mempertemukan berbagai perspektif dalam mencari solusi atas persoalan pembangunan.

Widya menuturkan, generasi muda perlu mengambil peran lebih aktif dalam proses pembangunan. Menurutnya, keterlibatan pemuda tidak cukup hanya melalui penyampaian aspirasi dan kritik, tetapi juga harus diwujudkan melalui gagasan konstruktif, pemikiran solutif, serta kontribusi nyata yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.

"Generasi muda harus mampu menghadirkan gagasan yang konstruktif dan solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat. Kita tidak cukup hanya menyampaikan kritik, tetapi juga perlu menawarkan alternatif pemikiran, membangun kolaborasi, serta ikut mengambil bagian dalam menghadirkan perubahan yang positif," tutur Widya kepada wartawan, Senin (2/11/2026).

Dia menjelaskan, Rembuk Pemuda Jabar berupaya menjadi ruang dialog yang mempertemukan berbagai latar belakang, organisasi, dan komunitas kepemudaan.
 
Melalui forum tersebut, perbedaan pandangan diharapkan dapat menjadi kekuatan untuk memperkaya perspektif dan menghasilkan pemikiran yang lebih komprehensif dalam menjawab tantangan pembangunan.

"Generasi muda perlu membangun komunikasi yang baik dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah, agar aspirasi yang berkembang tidak berhenti sebagai wacana, tetapi dapat menjadi masukan dalam merumuskan kebijakan dan konkret dalam 'melahirkan' program kerja yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Sehingga pemuda tidak hanya menjadi penonton dalam proses pembangunan, tetapi juga menjadi bagian dari solusi," jelasnya.

Dia melanjutkan, keberhasilan gerakan kepemudaan tidak hanya diukur dari banyaknya kegiatan atau forum diskusi yang diselenggarakan, melainkan dari dampak dan kontribusi yang dapat dihasilkan. 

"Kami ingin Rembuk Pemuda Jabar tidak berhenti pada kegiatan diskusi dan pertemuan. Harus ada gagasan yang bisa ditindaklanjuti, rekomendasi yang dapat disampaikan kepada para pemangku kebijakan, serta aksi nyata yang memberikan manfaat. Dengan begitu, kehadiran pemuda benar-benar dapat dirasakan dalam mendukung pembangunan daerah," lanjutnya.

Dia juga berharap generasi muda Jabar dapat terus meningkatkan kapasitas, memperkuat persatuan, serta membangun budaya diskusi yang sehat. Perbedaan latar belakang dan pemikiran, menurutnya, harus menjadi modal untuk saling melengkapi dalam merumuskan solusi bagi berbagai persoalan sosial, ekonomi, pendidikan, dan lingkungan.

Rembuk Pemuda Jabar diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara pemuda dan pemerintah dalam mendorong pembangunan yang lebih inklusif dan berkelanjutan. 

Melalui komunikasi yang terbuka, pertukaran gagasan, serta kolaborasi lintas komunitas, potensi generasi muda dapat diarahkan menjadi kekuatan produktif bagi kemajuan daerah.

Di bawah kepemimpinannya, Rembuk Pemuda Jabar berupaya menjadikan ruang dialog bukan sekadar tempat bertukar pikiran, tetapi juga sebagai wadah lahirnya gagasan konstruktif, solusi, dan gerakan nyata yang berorientasi pada kepentingan masyarakat.


Editor : Doni Ramdhani