Ridwan Kamil : Patriot Desa DIbentuk Untuk Ciptakan Pemuda Revolusioner
ubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan, Patriot Desa dibentuk untuk melahirkan pemuda yang berjiwa revolusioner
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, Bandung - Program Patriot Desa yang digagas Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMDes) Jawa Barat telah melahirkan 1.650 penggerak lokal revolusioner desa di Jabar.
Diketahui, Patriot Desa merupakan salah satu Program Gerbang Desa yang dicanangkan DPMDes Jabar.
Dalam Patriot Desa, salah satu kegiatannya yaitu dalam pemberdayaan pemuda Jawa Barat sebagai kader penggerak desa dalam pembangunan. Hal tersebut melalui asistensi, pengorganisasian, pengarahan, Kolaborasi dan fasilitasi kepada desa untuk mencapai pengembangan ekonomi, peningkatan kapasitas kelembagaan masyarakat, kehidupan sosial, budaya dan pengembangan partisipasi serta keswadayaan masyarakat.
Di mana saat ini terdapat 200 Patriot Desa yang ditempatkan di 18 Kabupaten dan satu Kota.
Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil mengatakan, Patriot Desa dibentuk untuk melahirkan pemuda yang berjiwa revolusioner yang terus bergerak bisa membawa perubahan di desa.
“Jadi lewat sentuhan tangan-tangan anak muda ini kita harapkan peradaban desa bisa lebih maju lagi,” ujar Ridwan Kamil, Senin 10 Oktober 2022.
Dalam pelaksanaannya peran Patriot Desa bersama stakeholder terkait membantu desa dalam strata kemajuan dan kemandirian desa.
Ada lima strata desa yang menjadi indikator dalam pembangunan desa, antara lain Desa Sangat Tertinggal, Desa Tertinggal, Desa Berkembang, Desa Maju dan Desa Mandiri.
Dan peran para patriot desa adalah berupaya bersama-sama stakeholder terkait untuk bagaimana meningkatkan strata dari desa-desa yang ada di Jawa Barat.
Sementara itu, Staf senior Pemberdayaan Masyarakat Program Patriot Desa Jawa Barat Koko Muhammad mengatakan, Patriot Desa menjadi dalah satu aktor yang membantu dalam meningkatkan strata kemajuan dan kemandirian desa berdasarkan Indeks Desa Membangun (IDM).
“Yang mereka lakukan adalah menyusun inisiatif mandiri, dimana inisiatif mandiri ini disusun berdasarkan rekomendasi IDM kemudian dipadukan dengan potensi desa yang ada. Kami susun berbagai inisiatif mandiri sehingga indikator indeks ketahahan sosial, ekonomi dan ketahanan lingkungan meningkat secara nyata di lapangan,” ujar Koko.
Lebih lanjut Koko mencontohkan, misalkan di salah satu desa itu lemah dalam akses literasi sehingga adanya rekomendasi dibentuknya taman bacaan. Dalam hal ini patriot desa mempusatkan membantu desa agar desa tersebut memiliki taman bacaan dengan cara memfasilitasi pembentukan dan pengelolaan taman bacaan.
Contoh lainnya soal Indeks Ketahanan Lingkungan. Koko menjelaskan, misalkan di salah satu desa masih kurang penilaian indikator mitigasi bencana maka akan ada rekomendasi IDM yang di desa tersebut memerlukan fasilitas mitigasi bencana.
“Kami melalui aktivitas kolaborasi bersama pihak terkait kemudian melakukan pemetaan potensi di desa tersebut, apabila ada cukup lahan maka kita berdayakan untuk dijadikan fasilitas mitigasi bencana. Sehingga dari situlah inisiatif mandiri bisa meningkatkan indikator lingkungan,” jelasnya
Adapun Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Dikcy Saromi patriot desa merupakan salah satu fasilitator yang perannya sangat luar biasa. Pencapaian Pemerintah Provinsi Jawa Barat sendiri yang sudah tidak ada lagi desa tertinggal juga berkat peran dari para peran dan aksi Kolaborasi dari Patriot Desa bersama seluruh stakhiders terkait. Perannya sendiri sudah teruji, walaupun mungkin ada beberapa yang berkinerja tidak sesuai harapan.
“Untuk transparansi dan akuntabilitas kinerja mereka juga kita nilai berdasarkan Key Performance Indeks (KPI) sehingga kinerja mereka bisa terlihat,” ujar Dicky. (Riantonurdiansyah)
Editor : Ahmad Sayuti
