INILAH, Bandung – Banjir duka dan doa melanda dunia maya. Itu karena perginya seorang pecinta sepak bola bersahaja: Ronaldikin untuk selamanya.
Ronaldikin, nama aslinya Sodikin, dikabarkan menghembuskan nafas terakhirnya, Selasa (22/1/2019). Dia pergi untuk selamanya karena radang paru-paru yang dia derita.
Nama Ronaldikin mulai mencorong karena wajahnya yang mirip dengan bintang Brasil, Ronaldinho. Kebetulan, Dinho pun pernah main untuk AC Milan, klub yang selama ini dicintai Rinaldikin.
Di kalangan suporter, Ronaldikin dikenal sebagai suporter bersahaja. Dia tak berpihak kemana-mana, terutama saat terjadi perpecahan di kalangan PSSI hingga menjalar ke suporterya. Dia ikut mengkampanyekan “kick politics” dari sepak bola, tapi dia tujukan kepada siapa saja yang mempolitisi sepak bola.
Di saat yang sama, suporter sepak bola Indonesia terbelah di akhir kepemimpinan Nurdin Halid ketika itu. Ada yang berpolitik untuk menyudahi era Nurdin Halid dan mendukung era baru sepak bola nasional, ada pula yang sebaliknya.
Faktanya, sikap netral Ronaldikin tak membela pihak yang berseteru, kecuali berjuang untuk sepak bola nasional, terbukti pada akhirnya. Revolusi sepak bola nasional yang digaungkan itu ternyata akhirnya hanya membuahkan hasil yang tak lebih baik dari kepengurusan Nurdin Halid.
Karena tidak berpolitik dan tak memihak siapa-siapa kecuali untuk sepak bola nasional, Ronaldikin terlihat tak antusias menyaksikan “pertarungan” sesama suporter itu. Dia memilih jalan tengah, jalan yang terus dia ikuti sampai akhir hayatnya. (*)