Sambil Ngasuh Bayi, Emak Muda Ini Siapkan Strategi Tantang Iga Swiatek
Belinda Bencic menantang Iga Swiatek di semifinal Wimbledon 2025. Sambil mengasuh anak, dia menyiapkan strategi menang.
Berita Terkini, Eksklusif di Channel WhatsApp Inilahkoran.id
INILAHKORAN, London – Belinda Bencic menantang Iga Swiatek di semifinal Wimbledon 2025. Sambil mengasuh anak, dia menyiapkan strategi menang.
Pertandingan Belinda Bencic lawan Iga Swiatek di semifinal Wimbledon 2025 akan berlangsung di Center Court All England, London, Kamis 10 Juli 2025 ini mulai pukul 21.00 WIB.
Sebelum maju ke semifinal Wimbledon 2025, Belinda Bencic menghentikan ambisi petenis muda Mirra Andreeva. Sedangkan Iga Swiatek mengandaskan harapan Liudmila Samsonova.
Belinda Bencic tahu apa yang akan dipikirkannya sebelum tidur pada Rabu malam.
Petenis Swiss ini memanfaatkan waktu sebelum tidur untuk memvisualisasikan rencana permainannya untuk pertandingan dan lawan berikutnya.
“Dia adalah tantangan besar dan saya sangat bersemangat untuk melawannya. Kami telah menjalani beberapa pertandingan yang ketat. Saya akan menyusun rencana,” kata mantan juara Olimpiade berusia 28 tahun itu.
Tapi, dia menolak menjelaskan seperti apa strategi yang dirancangnya itu. “Saya bukan penulis. Bagi saya, ini lebih seperti membayangkan beberapa permainan,” tegasnya.
“Penting bagi saya untuk melakukannya sebelum tidur. Saat saya tertidur, saya memikirkannya secara tidak sadar,” tambahnya.
Bencic tidak khawatir tidurnya terganggu oleh putrinya yang berusia 14 bulan, Bella, yang sedang bersamanya di London.
“Saya tidak mengubah apa pun. Saya hanya menjadi ibu di rumah. Ketika dia menangis di malam hari, saya akan terbangun,” kata Belinda Bencic.
Jika dia lolos dari adangan Iga Swiatek, dan kemudian memenangkan laga final, maka Belinda Bencic akan jadi ibu pertama yang memenangkan gelar tunggal Wimbledon dalam 45 tahun.
“Itu bukan sesuatu yang akan memengaruhi untuk (pertandingan) saya,” katanya.
Belinda Bencic, meski sudah lolos ke semifinal, tetap bisa memainkan perannya. Di atas segalanya, menurutnya, adalah perannya sebagai seorang ibu.
“Saya melihat diri saya sebagai seorang ibu terlebih dahulu, baru kemudian sebagai pemain tenis. Prioritas saya jelas bersama keluarga,” ujarnya.
Semifinal Wimbledon ini hadir untuknya setelah enam tahun sejak Bencic terakhir kali mencapai empat besar grand slam, dan akhirnya kalah dua set langsung dari Bianca Andreescu di semifinal AS Terbuka 2019.
Setelah menjalani cuti hamil dari September 2023 hingga Oktober 2024, ia mengaku kaget sendiri dengan betapa cepatnya hasil positif itu datang.
Bencic memulai tahun ini dengan peringkat 489 dunia dan kini diproyeksikan akan kembali masuk 20 besar dunia setelah Wimbledon. Kesuksesannya tahun ini juga termasuk memenangkan gelar WTA 500 di Abu Dhabi pada Februari.
Ia mengatakan menjadi seorang ibu telah memberikan dampak positif pada pendekatannya terhadap tenis profesional. Hal itu membuatnya lebih rileks dan memastikan ia memiliki lebih sedikit waktu untuk memikirkan tenis. (*)
Editor : Zulfirman

